VIDEO DPMPPA Kota Jambi Kampanye Pencegahan Penularan Covid-19 Pakai Bahasa Melayu
Pencegahan Covid-19 baru kali ini dilakukan menggunakan Bahasa Melayu Jambi. Alasannya, karena bagian yang memfokuskan pada permasalahan adat baru res
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kampanye pencegahan Covid-19 menggunakan bahasa melayu dilakukan di Kota Jambi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Lembaga Adat Masyarakat Hukum Adat (PLKL), Dinas Pemberdataan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA), Kamis (21/01/2021) mengatakan tujuannya menyasar masyarakat usia lanjut, dan milenial.
"Kalau masyarakat usia lanjut itu khususnya yang asli Jambi yang tidak terlalu paham Bahasa Indonesia. Kalau yang milenial itu agar mereka dapat melestarikan Bahasa Melayu Jambi," ucapnya.
Pencegahan Covid-19 baru kali ini dilakukan menggunakan Bahasa Melayu Jambi. Alasannya, karena bagian yang memfokuskan pada permasalahan adat baru resmi dibentuk (04/1/2021).
Baca juga: Pengakuan Mbak You Terjebak di Alam Lain 3 Hari Bermodal Garam dan Korek Api : Ketemu Mbah di Situ
Kampanye tersebut bertuliskan sebagai berikut:
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Seluruh sanak keluarga yang Sayo muliakan, Pandemi covid 19 sedang melanda dunia, tidak luput warga Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi, jugo dilanda Covid-19. Oleh karena itu mari samo-samo kita laksanakan dan kito lawan Covid-19.
Dengan senantiaso memakai masker, mencuci tangan pake sabun dan aek, menjaga jarak, menghindari kerumunan, agar kito terhindar dari korona," begitu narasinya.
Baca juga: Pasutri Pemilik Sabu Ditangkap Satresnarkoba Polres Tebo di Sebuah Warung Bakso
Kemudian narasi pantun juga disebutkan untuk mencirikan Bahasa Melayu:
'Tanah pusako lamo gentala arasy, jalan ke seberang lengah diri celako tibo Covid-19 mari kito lawan
Dari Olak Kemang ke Arab Melayu, duduk mengaji di Nuru Iman. Protokol kesehatan tetap kito jago untuk Kota Jambi supayah aman.
Baca juga: VIDEO Ramai Tanda S.O.S di Pulau Laki, Lokasi jatuhnya Sriwijaya Air
Dari Pelawan ke Kualo Madras singgah berhanti di tepi jalan.
Mari lawan Covid-19. Peliharo diri dengan masker melaksanakan protokol kesehatan.'
Menurut Ros Dalia, saat ini memang secara umum para milenial masih banyak yang menggunakan Bahasa Melayu Jambi.
Walaupun saat ini kalangan milenial sebenarnya lebih familiar dengan Bahasa Indonesia, dan bahkan Bahasa Asing.
Namun tidak menutup kemungkinan, jika kampanye-kampanye Bahasa Melayu Jambi tidak dilakukan, akan menjadi punah di kemudian hari.
Kampanye ini nantinya akan disebar luaskan melalui berbagai sosial media.