Breaking News:

Komjen Listyo Sigit Menanti Dilantik, Penegakan Hukum Diharapkan Tidak Pakai Kaca Mata Kuda

Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan persetujuan untuk menjadikan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Idham Azis

Editor: Fifi Suryani
Kolase KOMPAS.com/Ryana Aryadita dan Tribunnews/HO/Humas DPR RI --
Listyo Sigit 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan persetujuan untuk menjadikan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. DPR memberikan persetujuan tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk dilantik sebagai Kapolri yang baru.

Ketua DPR Puan Maharani selaku pimpinan Rapat Paripurna DPR RI sempat menanyakan apakah hasil uji kelayakan disetujui kepada anggota rapat."Apakah laporan Komisi III DPR RI atas hasil uji kelayakan kepada calon kapolri tersebut dapat disetujui?" kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1) kemarin.

"Setuju," jawab para wakil rakyat serentak yang lalu dilanjutkan Puan mengetuk palu tanda pengesahan.

Persetujuan itu pun disambut tepuk tangan. Listyo yang hadir fisik di ruang sidang, kemudian diminta maju ke depan untuk berfoto bersama para pimpinan DPR. Beberapa anggota dewan menyambanginya untuk mengucapkan selamat serta berfoto.
Keputusan persetujuan itu diambil setelah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni membacakan laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan yang telah dilakukan pihaknya terhadap Listyo pada Rabu (20/1).

Saat membuka rapat paripurna, Puan menyatakan agenda tersebut diikuti 342 orang anggota dewan, di mana 91 orang hadir secara fisik dan 204 orang hadir secara virtual. Sementara anggota dewan yang izin tidak menghadiri Rapat Paripurna kali ini berjumlah 47 orang.

Puan menyambut baik visi dan misi Listyo Sigit yang disampaikan dalam fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR RI. Menurut Puan, dalam mewujudkan Polri yang Presisi, atau abreviasi dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, maka Listyo harus melakukan perubahan besar dari aspek SDM, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

Puan menyebut, ada tiga pekerjaan rumah Listyo saat resmi menjadi Kapolri. Tiga pekerjaan rumah itu, yakni penegakan hukum, pelayanan publik, dan reformasi internal. “Penegakan hukum agar ada keadilan restoratif. Penegakan hukum tidak memakai kaca mata kuda, tapi melihat konteks masalah dan memperhatikan aspek-aspek sosial kemasyarakatan,” ujar Puan.

Puan juga meminta agar pelayanan publik harus ditingkatkan. Fungsi Polisi melayani masyarakat, dinilai penting terutama dengan menggunakan teknologi mengingat keterbatasan personel."Intinya polisi harus responsif terhadap pengaduan masyarakat,” sambung Puan.

Usai paripurna, Listyo mengungkapkan pihaknya segera melakukan rapat untuk menyiapkan sejumlah program sesuai dengan makalah yang dibuatnya yaitu Transformasi Menuju Polri yang Presisi: Prediktif - Responsibilitas - Transparansi Berkeadilan.

"Setelah ini kami akan segera melakukan rapat kesiapan dalam rangka melaksanakan rencana aksi bagaimana makalah yang bisa kami presentasikan semoga bisa menjadi program yang akan kita laksanakan sebagai Kapolri nanti," ucap Sigit.

Eks Kapolda Banten itu juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama proses fit and proper test. "Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan media yang sudah hadir dari kemarin mengikuti seluruh teman-teman.

Mulai dari tahapan pendalaman terhadap PPATK, kemudian Kompolnas dan hari berikutnya kita menyerahkan makalah dan hari Rabu kemarin kami melaksanakan kegiatan tanya jawab dan diakhiri dengan pendapat fraksi," ucap Listyo.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyampaikan selamat atas disetujuinya Listyo Sigit sebagai pengganti Jenderal Pol Idham Azis. "Mengucapkan selamat atas terpilihnya Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri baru dan berharap Komjen Listyo mampu mengemban amanah dengan baik, dan membawa institusi Polri semakin mendapat kepercayaan dihati masyarakat Indonesia," ujar Bamsoet.

Politikus Golkar itu lantas berpesan agar pria yang sempat menjadi ajudan dari Presiden Joko Widodo itu untuk menjadikan Polri sebagai aparat penegak hukum yang independen. "Kapolri baru nantinya diharapkan mampu membawa perubahan citra dan wajah Polri di masyarakat. Sehingga menjadi aparat penegak hukum yang independen, netral dan tegas tanpa tebang pilih dalam penegakan hukum sekaligus berperan aktif dalam menekan laju Covid-19 dengan cara yang humanis dan mengayomi," kata dia.

Bamsoet juga meminta Komjen Listyo Sigit agar dapat berkomitmen dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. "Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 13 UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI," tandasnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved