Editorial
Deretan Bencana Ekologis, Belajar dari Banjir di Kalimantan Selatan
Lahan kritis di Provinsi Jambi mencapai 181.888,21 hektar. Lahan kritis berada di areal penggunaan lain (APL) seluas 22.266 hektare,
Lahan kritis berada di areal penggunaan lain (APL) seluas 22.266 hektare, lalu di kawasan hutan seluas 159.622,11 hektare.
Rata-rata kerusakan hutan disebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan serta pembalakan liar atau illegal logging.
Kondisi ini bukan main-main lagi. Ini merupakan alarm yang sudah semakin kuat, yang mustinya dipahami bersama oleh semua pengambil kebijakan.
Banjir di Kalimantan Selatan kiranya bisa mendorong pemerintah atau pengambil kebijakan, agar segera membuat mitigasi atau pencegahan bencana ekologis.
Jambi jangan sampai seperti Kalsel. Kita tentu tidak mau melihat puluhan ribu orang harus mengungsi akibat banjir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/banjir-di-teluk-dawan-tanjabtim7.jpg)