Breaking News:

Kasus Suap Ketok Palu

Fakta Baru di Balik Sidang Suap Ketok Palu Disampaikan Erwan Malik

Mantan Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi menyebut ada permintaan pembayaran 50 persen untuk jatah ketok palu

tribunjambi/dedy nurdin
Erwan Malik di persidangan beberapa waktu lalu 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi menyebut ada permintaan pembayaran 50 persen untuk jatah ketok palu sebelum sidang paripurna tahun 2018. 

Pernyataan ini disampaikan Erwan Malik saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan tindak pidana suap pengesahan RAPBD Tahun 2017-2018. Ia bersaksi untuk terdakwa Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan. 

Permintaan pembayaran 50 persen uang ketok palu itu kata Erwan Malik disampaikan langsung Cornelis Buston, mantan ketua DPRD Provinsi Jambi. 

"Kata pak Cornelis 50 persen dulu. Sekitar 5 Miliar, tapi uannya belum ada waktu itu. Kata pak Arfan akan diusahakan," kata Erwan Malik

Mengenai dimana sumber uangnya, Erwan Malik mengatakan ada usulan saat itu dari Arfan untuk meminjam uang lebih dulu kepada Jeo Fandy Yoesman alias Asian saat itu. 

"Itu yang saya samapaikan ke pak gubernur waktu itu, makanya ada di percakapan kata pak gubernur (Zumi Zola.red) ya coba, coba," kata Erwan Malik

Ia juga menyebut untuk angka 200 juta jatah ketok palu per anggota DPRD Provinsi Jambi muncul ketika rapat finalisasi dengan pimpinan DPR yang disampaikan Almarhum Zoerman Manaf. 

"Yang lain cuma menguatkan, waktu itu semua unsur pimpinan hanya menguatkan usulan lak Zoerman (Alm)," katanya lagi. 

Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, mengenai ke khawatiran pihak Eksekutif saat itu, Erwan Malik menyebut ada ancaman anggota DPRD Provinsi Jambi tidak akan hadir dalam pengesahan anggaran. 

"Kalau tidak disahkan RAPBD apakah nanti proses pemerintahan tidak akan berjalan 100 persen?," tanya JPU Febby Dwiandos Pendi. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved