Sinopsis Film
Sinopsis Mak Lampir Dikunci di Dalam Peti Mati oleh Kyai Ageng, Farida Pasha Meninggal Dunia
Simak sinopsis film Mak Lampir. Secara historis, Mak Lampir dikunci di dalam sebuah peti mati bertuliskan ayat Alquran oleh Kyai Ageng Prayogo.
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM - Cerita Mak Lampir 'Misteri Gunung Merapi' merupakan salah satu film yang populer beberapa waktu lalu.
Mak Lampir diperankan Farida Pasha, artis senior yang kemarin meninggal dunia.
Alur cerita film Mak Lampir ini sangat menarik, beda dengan film-film lain.
Berikut sinopsis film Mak Lampir selengkapnya.
Secara historis, Mak Lampir dikunci di dalam sebuah peti mati bertuliskan ayat Alquran oleh Kyai Ageng Prayogo.
Kyai Ageng Prayogo merupakan murid Sunan Kudus yang diperintahkan oleh Sultan, Raden Patah untuk membasmi bidah dan menghancurkan Mak Lampir.
Cerita kemudian mundur kembali ke peristiwa menjelang pertarungan.
Baca juga: Siapakah Farida Pasha Mak Lampir di Dunia Nyata, Ify Alyssa Sang Cucu Cerita Kondisi Sebenarnya
Mak Lampir, setelah mengorbankan seorang bayi, berbicara kepada para pengikut Tawny Orchid Sekte tentang kekuatan yang dia terima dari dewa Batara Kala di sarang sekte tersebut, Gua Setan.
Sementara itu, Raden Patah mengadakan pertemuan dengan dewannya mengenai Lampir, yang meneror kerajaan.
Dia bertanya kepada Syekh Sunan Kudus tentang calon potensial yang paling memenuhi syarat untuk memimpin misi penindasan terhadap sekte jahat di lereng Gunung Lawu.
Sunan kemudian mengamati orang-orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia mengusulkan agar Kyai Ageng Prayogo memimpin penggerebekan tersebut, karena ia melihat cahaya kebaikan di dahi yang terakhir.
Kemarahannya akan merencanakan kerajaan Demak, dan menyantet Kyai Ageng Prayogo.
Prayogo menemukan barang tersebut dan dia diserang oleh seekor kucing hitam yang berubah menjadi ular kobra.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, ia mampu mempertahankan diri dan menghancurkan ular sihir hitam tersebut.
Baca juga: Emosi Rohimah Meledak Buka Chat WA Kiwil dengan Venti Figianti, Panggil Mama Papa: Saya Akan Pamit!