Penerima Vaksin Covid 19 Bisa Tularkan Virus Corona, Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

Mendapatkan vaksin bukan berarti kita secara otomatis akan terbebas dari virus corona. mereka yang telah mendapatkan vaksin tetap harus melakukan.

Editor: Nurlailis
SHUTTERSTOCK/solarseven
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM - Proses penyuntikan vaksin Covid 19 sudah dilakukan di Indonesia.

Hal ini tentu membawa harapan baru untuk segera mengakhiri pandemi. Meski demikian, mereka yang telah mendapatkan vaksin tetap harus melakukan protokol kesehatan.

Mendapatkan vaksin bukan berarti kita secara otomatis akan terbebas dari virus corona.

Baca juga: Ombudsman Perwakilan Jambi Awasi Pendistribusian Vaksin Covid-19

Baca juga: Raffi Ahmad Banjir Kritikan Gara-gara Datangi Pesta setelah Vaksinasi Covid-19, Begini Reaksinya

Pasalnya, perlu waktu agar vaksin bisa bekerja untuk menciptakan antibodi melawan Covid-19 ini.

Oleh karena itu, masyarakat - baik yang sudah mendapatkan vaksin atau belum - diharapkan tetap menerapkan protokal kesehatan untuk menekan kasus positif Covid 19.

Selain itu, pemberian vaksin Covid 19 tidak cukup hanya sekali suntikan saja.

Masih ada beberapa tahap pemberian dosis agar tercipta antibodi.

“Setelah dosis pertama, dibutuhkan sekitar satu minggu bagi tubuh untuk mengembangkan beberapa respon antibodi," ucap spesialis paru Jafar Abunasser.

Baca juga: Serba Serbi Pra dan Pasca Divaksin Ala Direktur Rumah Sakit di Kota Jambi

Pada suntikan dosis pertama, tubuh juga hanya mendapatkan respon imun parsial.

"Vaksin memang memberikan perlindungan. Tapi, meski anda mendapatkan dua dosis, vaksi hanya memberi perlindungan sekitar 94 persen atau 95 persen," ucapnya.

Terlepas dari kenyataan bahwa kita sudah terlindungi berkat vaksin, menurut Abunasser kita masih bisa menjadi OTG (orang tanpa gejala) dan menyebarkan virus ke orang lain.

"Jadi Anda tidak dapat berasumsi bahwa karena Anda mendapatkan vaksin, Anda terlindungi dan tidak lagi menularkan virus ke orang lain," tambah Abunasser.

Ketika dalam tahap pengujian, vaksin hanya terbukti melindungi orang yang menerimanya dari penyakit itu sendiri.

Riset menunjukan bahasa dua dosis pemberian vaksin sekitar 95 persen populasi akan mengembangkan kekebalan untuk melindungi diri dari virus.

"Namun, itu tidak berarti bahwa orang yang kebal tidak dapat membawa virus dan menularkannya ke orang lain jika mereka terpapar," ucap Abunasser.

Baca juga: Rasa Pra dan Pasca Divaksin Ala Apoteker, Bidan, dan Dokter di Kota Jambi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved