Lama Ditinggal Merantau, Suami Syok Lihat Posisi Istri dengan Pria Tengah Malam,Sampai Kejar-kejaran
Kelakuan nakal kelapa dusun (kadus) di Tuban, Jawa Timur ini buat warganya naik pitam. tengah malam dia malah asyik selingkuh dengan istri orang.
Lama Ditinggal Merantau, Suami Syok Lihat Posisi Istri dengan Pria Tengah Malam,Sampai Kejar-kejaran
TRIBUNJAMBI.COM - Kelakuan nakal kelapa dusun (kadus) di Tuban, Jawa Timur ini buat warganya naik pitam.
Bagaimana tidak, bukan memberi contoh baik bagi warganya, dia malah asyik selingkuh dengan istri orang.
Kelukuan pak Dusun itu terbongkar saat warga yang geram nekat menggerebeknya.
Saat digerebek ia sempat lari namun akhirnya ketangkap dan menjadi bulan-bulanan warga.
Pak Kadus berinisial SIA (33) diketahui sudah beristri. Begitu juga dengan wanita inisial K (36) sudah bersuami.
Baca juga: Dibuntuti Sampai Tengah Malam, Pria Ini Kaget Istrinya Sama Pria Tua di Hotel,Posisinya Buat Syok
Baca juga: Nenek 65 Tahun Dipaksa Tiga Pria Masuk Mobil, Mulutnya Disumpal Kain, Pangandaran Langsung Gempar
Baca juga: Warga Malaysia Kesal Sampai Menterinya Disebut Gila, Foto Jokowi Kok Diunggah ke Twitter, Ada Apa?
Ia sempat digerebek oleh puluhan warga di rumah warganya K pada Selasa (5/1/2021) sekitar pukul 23.30.
Padahal keduanya yang merupakan warga Kecamatan Montong itu sudah punya pasangan sah dan masing-masing punya anak.

Akibat ulahnya tersebut Warga Desa menuntut SIA mundur dari jabatannya.
Pihak Desa pun menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Perangkat Desa serta Tokoh Masyarakat di balai Desa setempat, Jumat (15/1/2021).
Ketua BPD Desa Setempat mengatakan, Musdes ini menindaklanjuti kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu kadus dengan warganya yang sudah bersuami.
Hasilnya, semua peserta Musdes sepakat untuk memberhentikan SIA dari jabatannya.
"Keputusan bersama kita ambil, semua sepakat Kadus diberhentikan," ungkap Ketua BPD.
Sementara itu, Kepala Desa setempat menyatakan, musdes ini sebagai prosedur untuk mengambil keputusan bersama yang selanjutnya ditindaklanjuti ke Pemerintah Kecamatan.
Ini dilakukan untuk menyikapi kasus perselingkuhan oleh kepala Dusun, yang sempat menghebohkan masyarakat.