WAWANCARA EKSKLUSIF Kadishub Provinsi Jambi, Transportasi Dapat Mengakomodir Sektor Pariwisata
Tribun Jambi menyajikan petikan wawancara ekslusif pada Jumat (15/1/2021) lalu bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, sebagai berikut:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Varial: Dari rapat evaluasi, baik dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan para stakeholder, ini tidak terlepas dari dukungan infrastruktur lainnya. Jalannya masih terkendala dengan jembatan, ada sekitar 637 meter bentang sungainya. Kita berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menindaklanjuti jembatan Sungai Rambut ini.
Kemudian ada akses di sana yang belum terselesaikan terkait pembebasan jalan. Alhamdulillah, 2021 ini sudah terealisasi. Kita berharap jembatan dan pembangunan pelabuhan ini dapat simultan, serentak dibangun.
Mudah-mudahan 2022 Pelabuhan Ujung Jabung dapat beroperasi.
Tribun: Selain pelabuhan, Provinsi Jambi juga rencananya akan dibangun rel kereta api. Saat ini bagaimana perkembangannya?
Varial: Kita sudah penetapan lokasi. Tahun 2018 lalu, kami sudah diminta untuk menandatangani penlok-nya, untuk wilayah Palembang-Jambi-Rengat. Namun, akhir 2018 lalu, kami dipanggil lagi bahwa pembangunannya ditunda, sehingga nanti akan dianggarkan kembali.
Walaupun seperti itu, di Palembang ada studi, karema daerah operasional semua ada di Palembang. Jadi ini tidak stagnan. Berjalan, tapi tidak seperti yang diharapkan.
Tribun: Apa ada rencana jalur rel ini mengarah ke Pelabuhan Ujung Jabung?
Varial: Kita sudah melakukan studi LARAP (Land Acquasition and Resettlement Action Plan) dan FS (feasibility study). Jalur kereta api menuju Ujung Jabung Sudah kita sampaikan studinya. Mudah-mudahan ini dapat terealisasi.
Tribun: Selain pembangunan-pembangunan tersebut, kita lihat saat ini mulai ramai bersepeda. Bagaimana Dinas Perhubungan memfasilitasi hobi masyarakat ini?
Varial: Kami menindaklanjuti pembangunan jalur mulai dari di Kota Jambi. Kita mencanangkan jalur 20 km untuk keliling di Kota Jambi. Saat ini sudah 5 km, tapi masih perlu modifikasi lagi, sehingga pengguna dapat dengan nyamam bersepeda.
Kami mengimbau, berilah tempat ruang sepeda melakukan gowes di jalan, sehingga mereka dapat bersepeda dan berolahraga. Tapi pesepeda juga harus ikut aturan, supaya mengurangi kecelakaan dan kemacetan. Ke depan rencananya juga akan kita pasang rambu-rambu dan kita siapkan petugasnya.