Berita Bungo

Warung Kopi Lintas Golongan dan Lintas Generasi

Zaman terus berganti, ada yang datang dan yang pergi. Ada juga yang tetap bertahan dengan cara cara lama. Salah satunya warung kopi.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
Darwin sijabat
Warung kopi panjang di Muarabungo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Berdiri kokoh sejak dibangun tahun 1940 dan warung kopi untuk semua kalangan yaitu Warung Kopi Panjang tetap bertahan ditengah kemajuan.

Zaman terus berganti, ada yang datang dan yang pergi. Ada juga yang tetap bertahan dengan cara cara lama. Salah satunya warung kopi.

Meskipun saat ini begitu banyak warung kopi ditengah berubahnya pola hidup masyarakat yang suka nongkrong tidak mengubah tempat ngopi tersebut. 

Ya, Warung Kopi Panjang namanya. Warung Kopi ini terletak di Jalan Dahlia No 620, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo. Tepat disebelah Hotel Pertama di Kota Muara Bungo, kawasan Taman Pusparagam.

Baca juga: Nonton Streaming Anime One Piece Episode 958 Sub Indo 17 Desember 2021 Gratis di iQIYI

Siapa sangka, Warung Kopi yang dinamai Kopi Panjang ini telah berumur 80 tahun lamanya.

Pendirinya yang bernama Lou Sai Pau yang akrab disapa Apek Panjang pada saat itu membangun ruko tersebut pada tahun 1940 silam.

Seperti warung kopi pada umumnya yang menjadi menu utama yakni berbagai jenis kopi yang saat ini dijual dengan harga Rp 10 ribu. 

Selain itu, saat ini warung juga menawarkan minuman lain seperti Teh Telur, Teh susu, Teh manis, Kopi gingseng dan Teh tarik yang dibanderol seharga Rp 10 ribu.

Berdasarkan penuturan Lussi (53) kepada Tribunjambi.com menceritakan bahwa warung kopi yang diwariskan kepadanya itu merupakan tempat semua kalangan.

"Aku lahir tahun 1968 warung Kopi ini sudah ada dan berbagai kalangan telah minum disini," katanya membuka lembaran ingatan saat disambangi Tribunjambi.com di Warung Kopi tersebut, Jumat (15/1/2021)

Seingat dia pada saat kecil, yang ngopi bukan hanya warga biasa, bahkan pejabat, tokoh politik, pengusaha telah duduk di kursi milik kakaknya tersebut.

Dia menyebutkan, diantara mereka yang pernah singgah di warung kopi itu yakni pekerja PTP, Bupati, Pegawai.

Seperti yang disampaikan Susilo, yang merupakan pelanggan setia Warung Kopi Panjang tersebut sejak bekerja di PTP sekitar tahun 1980 an.

Susilo bersaksi bahwa warung kopi itu selalu menawarkan kenyamanan saat menyeruput kopi bersama istrinya.

"Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kita maunya ngopi disini. Ditempat lain nggak kami temukan disini," katanya kepada Tribunjambi.com di Warung Kopi Panjang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved