Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Hujan Beruntun Selama Tiga Hari, Beberapa Gudang Penyimpanan Beras Di Desa Simpang Datuk Terendam

Hujan berkepanjangan selama tiga hari di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak hanya menggenangi sebagian rumah warga

istimewa
Gudang penyimpanan beras dan padi di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang terendam. 

Hujan Beruntun Selama 3 Hari, Beberapa Gudang Penyimpanan Beras di Desa Simpang Datuk Terendam

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Hujan berkepanjangan selama tiga hari di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak hanya menggenangi sebagian rumah warga, di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang.

Namun, luapan air hujan merendam beberapa gudang padi penggilingan warga. 

Curah hujan sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur membuat beberapa rumah hingga fasilitas lain terdampak banjir.

DiKecamatan Nipah Panjang tepatnya di Desa Simpang Datuk tercatat beberapa gudang penggilingan beras warga terendam.

Baca juga: Update Harga Sembako Tiga Pasar Tradisional di Kota Jambi, Beras Belida dan Naruto Rp 11 Ribu

Baca juga: Majene Dilanda Gempa, Kalsel Diterjang Banjir Besar, Ribuan Warga Diungsikan ke Desa Tetangga

Baca juga: Aksi Bejat Pasutri di Sungai Bengkal ke Anak di Bawah Umur Diawali Tawaran Bank Gaib ke Nenek Korban

Kepala Desa Simpang Datuk Ambo Gauk, ketika di konfirmasi Tribunjambi.com menjelaskan, dampak banjir dan curah hujan tinggi beberapa hari terakhir memang cukup membawa dampak bagi masyarakat.

Terutama terkait banjir, di Desa Simpang Datuk sendiri banjir selain menggenangi jalan juga merendam beberapa gudang beras warga.

"Selain merendam sebagian jalan, banjir juga merendam sedikitnya Tujuh gudang penggilingan beras milik warga sekitar," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Gudang penyimpanan beras dan padi di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang terendam.
Gudang penyimpanan beras dan padi di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang terendam. (istimewa)

Banjir yang terjadi ini tidak lain karena tingginya curah hujan beberapa waktu lalu. Di mana, hujan mengguyur nyaris hingga tiga hari beruntun, membuat air sungai ikut meluap, ditambah di kawasan tersebut air terbilang lambat untuk dapat keluar.

"Meski terdampak banjir, para pemilik gudang masih bisa menyelamatkan beras mereka. Meski terendam masih bisa diselamatkan," jelasnya.

Baca juga: Pesan Syekh Ali Jaber Tentang Amalan di Hari Jumat, Mulai Baca Al Kahfi, Sedekah Hingga Doa Diijabah

Baca juga: Endorse dengan Rambut Lepek, Baju Amanda Manopo Ikatan Cinta Mendadak Disorot,Rupanya Seharga Motor!

Baca juga: Neneng Eva Anggraeni Senang dan Bangga, Siap Menerima Vaksinasi Covid-19, Pesan Ini ke Nakes

Saat ini, kondisi air mulai perlahan menyusut dan beberapa pemilik gudang masih terus melakukan evakuasi terhadap padi dan beras mereka. Mengingat kemungkinan hujan masih akan terjadi.

Terpisah, Camat Nipah Panjang Helmi Agustinus, mengatakan, hujan yang terjadi cukup intens selama tiga hari beruntun beberapa hari belakangan menimbulkan genangan banjir hampir di seluruh desa di kecamatan Nipah Panjang.

"Di Desa Simpang Datuk sendiri memang ada beberapa gudang yang terendam. Sebagian dari mereka sudah menyelamatkan beras beras di gudang tersebut. Insya Allah sore ini air surut dan tidak merendam lagi," pungkasnya. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved