dr Abdul Muthalib Akhirnya Ngaku di Mata Najwa Soal Vaksin Jokowi: Kalau Vit C Presiden Akan Teriak!
Pengakuan dr Abdul Muthalib di Mata Najwa membantah semua tudingan miring yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo soal vaksin Sinovac.
dr Abdul Muthalib Akhirnya Ngaku di Mata Najwa Soal Vaksin Jokowi: Kalau Vitamin C Presiden Akan Teriak
TRIBUNJAMBI.COM - Pengakuan dr Abdul Muthalib di Mata Najwa membantah semua tudingan miring yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo soal vaksin Sinovac.
Setelah melakukan vaksinasi Covid-19, ramai kabar yang menyebut Presiden Jokowi bukan disuntik vaksin Sinovac melainkan vitamin C.
Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof. dr. Abdul Muthalib, SpPD.KHOM akhirnya buka suara soal tudingan miring tersebut.
Dilansir Tribunjambi.com dari TribunWow.com, Abdul Muthalib membantah tudingan bahwa yang disuntikkan ke tubuh Presiden Jokowi adalah vitamin atau sejenisnya.
Dirinya memastikan bahwa cairan yang disuntikkan itu adalah benar-benar asli vaksin Covid-19 jenis Sinovac.
Baca juga: Mata Najwa Tadi Malam Geger, Erick Thohir Buka Semua Soal Vaksin Sinovac Jokowi: Ini Bukan Sinetron!
Baca juga: China Kena Karma, Panik Kembali Diserang Gelombang Besar Virus Corona, 4,9 Juta Warga Kota Dikunci
Baca juga: Mbak You Ramal Ada Kecelakaan Pesawat Lagi Setelah Sriwijaya Air, Denny Sumargo Sampai Ketakutan
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (13/1/2021).
"Saya menerima beberapa WA katanya palsu atau vitamin," ujar Abdul Muthalib.
"Sekali lagi saya bersaksi di sini bahwa vaksin itu asli," tegasya.
Abdul Muthalib mengaku sudah membuktikannya dengan sempat menunjukkan keaslian vaksin tersebut kepada kamera sebelum diisuntikkan kepada Jokowi.

Termasuk juga jarum suntik yang digunakan khusus untuk penyuntikan vaksin.
"Sebelum dibuka box-nya itu kan sudah ditunjukkan, box-nya itu box vaksin Sinovac dan flatformnya flatform Sinovac," katanya.
"Alat suntikknya itu biasa kita bilang spet setengah cc untuk vaksin."
Menurutnya jika yang disuntikkan itu adalah vitamin C, maka justru akan terlihat dari reaksi penerima vaksin.
Karena dirinya memastikan akan merasakan rasa sakit.