Berita Internasional
Ngambeknya Donald Trump Buat AS Terancam, Pasukan Bersenjata Pendukung Petahana Disebut Bakal Turun
Situasi di Amerika kian mencekam, protes besar-besaran massa yang tak terima pencopotan Doland Trump terus menggema di Negeri Paman Sam itu.
TRIBUNJAMBI.COM - Negara Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi masalah besar yang berpotensi menjadi perang saudara.
Hal ini terjadi akibat aksi rakyatnya sendiri.
Tentu saja kerusuhan yang bakal terjadi ada hubungannya dengan sosok Donald Trump.
Situasi di Amerika kian mencekam, protes besar-besaran massa yang tak terima pencopotan Doland Trump terus menggema di Negeri Paman Sam itu.
Selain itu, sebuah laporan cukup mengejutkan di mana akan terjadi sebuah protes besar-besaran atas lengsernya Donald Trump.

Menurut 24h.com.vn, pada Selasa (12/1/21), FBI melaporkan, telah menerika informasi bahwa protes bersenjata telah disiapkan di 50 ibukota negara bagian AS.
Termasuk di antaranya Capitol dan Washington DC dalam beberapa hari mendatang sebelum 20 Januari.
CNN melaporkan AS telah melakukan langkah pengamanan yang semakin diperkuat, sebelum pelantikan Biden.
Badan penegak hukum negara bagian, federal dan lokal sedang mempersiapkan kemungkinan kekerasan skala yang lebih besar.
Daripada kerusuhan di gedung kongres AS pada 6 Januari, menewaskan sedikitnya lima orang.
Baca juga: China Semakin Murka, AS Akan Membayar Mahal Akibat Kelakuan Donald Trump Ini, Taiwan Makin Terancam
Baca juga: Biden Dibuat Pusing Gegara Ulah Trump, Jutaan Orang Akan Menderita, Muncul Kelompok Teroris di Yaman
Baca juga: AKSI Ketua DPR AS Sebelum Donald Trump Mengundurkan Diri, Sampai Sembunyikan Akses Kode Nuklir
Bahkan ketika penyelidik federal terus melacak tersangka dari kerusuhan di gedung parlemen.
Ada kekhawatiran bahwa pengepungan Capitol hanyalah awal dari potensi aksi kekerasan dari Para pendukung Trump yang diprovokasi oleh tuduhan dari Presiden AS saat ini, bahwa pemilu itu "dicurangi".
"Demonstrasi bersenjata direncanakan di semua negara bagian, berlangsung dari 16 Januari dan berlangsung setidaknya hingga 20 Januari, dan Capitol, berlangsung 17 Januari hingga. 20 Januari, "kata sumber FBI.
FBI juga prihatin tentang ancaman pemberontakan jika Trump disingkirkan sebelum 20 Januari dengan menerapkan Amandemen ke-25.

Pada 8 Januari, FBI menerima informasi tentang sebuah kelompok yang meminta orang lain untuk bergabung dengan mereka.