Setelah Usai Selamatkan Istri dan Anak, Pria ini Meninggal Dunia Terjebak dalam Kebakaran

Dengan muka penuh air mata, Siti beberapa kali memeluk jenazah sang suami yang terbaring kaku di kamar mayat RSUD Prabumulih.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Muhamad Syahri Romdhon/kompas Tv
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemilik toko Polaris Jaya yang meninggal akibat kebakaran di Jalan Urif Sumaharjo, Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Prabumulih Barat, menimbulkan kesedihan mendalam bagi istri korban Siti Marli (27).

Indra meninggal dunia pasca menyelamatkan Siti dan anak mereka dari kobaran api.

Dengan muka penuh air mata, Siti beberapa kali memeluk jenazah sang suami yang terbaring kaku di kamar mayat RSUD Prabumulih.

Siti tidak menyangka suami yang menghantarkan dirinya menyelamatkan diri dari kebakaran bersama anaknya justru meninggal dunia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu, Provinsi Jambi Diperkirakan Berawan Dimalam Hari

Baca juga: Dapat Kabar Istri Selingkuh, Suami ini Berpura-pura Kerja Ke Kalimantan, Ternyata Dugaannya Benar

Baca juga: Ketua KPK tak Masuk dalam Daftar Calon Kapolri yang Diusulkan Kompolnas Ke Jokowi

"Ayah.. ayah.. bangunlah," kata Siti berurai air mata sembari memeluk tubuh sang suami yang sudah tidak bernyawa.

Keluarga yang melihat istri korban mencoba menenangkan dan meminta agar mengikhlaskan sang suami.

"Tadi sehat bae selamati kami," bebernya dengan mata berkaca.

Ketika ditanya, Siti menuturkan jika ia bersama sang suami dan anak telah keluar melalui jendela namun karena ingin menyelamatkan dua karyawan toko yang merupakan keponakan justru terjebak dan meninggal dunia.

"Kami tadi lah keluar tapi nak nyelamatkan mereka berdua, balik lagi yapi meninggal," katanya sedih.

Selain istri dan keluarga korban, kepergian Indra yang terkenal baik di mata teman-teman juga meninggalkan kesedihan.

Indra yang merupakan warga asli Banyuasin dan telah lama tinggal di Prabumulih itu dikenal baik hati, supel, mudah bergaul dan rajin beribadah mengikuti pengajian.

"Beliau (Indra-red) orangnya baik, ramah, walaupun awalnya tidak kenal, tapi tidak jutek orangnya. Makin kenal karena sama-sama dagang jadi tambah baik," ungkap Jesica Dian, satu diantara kerabat korban ketika dibincangi.

Menurut Jesica, awalnya toko Indra Kusuma merupakan cabang Polaris Palembang dan karena lues mudah bergaul menjadi banyak teman terlebih mengikuti pengajian.

"Beliau itu kan ikut pengajian jadi tambah akrab dengan kita," bebernya.

Hal yang sama disampaikan Sadikin yang menuturkan korban Indra sangat ramah dan rajin beribadah. "Kita benar-benar tidak nyangka beliau menginggal dunia, semoga husnul khotimah dan masuk surga," harapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved