Berita Video

VIDEO: Warga Desa Pulau Panjang Datangi Dinas PMD Pertanyakan Dana Desa

Kedatangan warga desa ini, untuk mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Dana Desa yang dianggap tidak tepat sasaran.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Puluhan warga Desa Pulau Panjang, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, pagi ini, Rabu (6/1/2021) mendatangi kantor PMD Tebo.

Kedatangan warga desa ini, untuk mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Dana Desa yang dianggap tidak tepat sasaran.

Arpan, salah seorang warga mengatakan, tak semua warga desa Pulau Panjang, mendapat BLT. Bahkan ada yang dianggap tidak tepat sasaran.

Baca juga: Pelaku Curat yang Kerap Meresahkan Warga Dusun Peninjau Diamankan Reskrim Polsek Bathin II Pelayang

Baca juga: Tribunnews.com Raih Penghargaan Adam Malik Awards 2021, Kategori Media Online Terbaik

Baca juga: Promo Giant Hari Ini 6 Januari 2021, Ada Daging Lengkeng Minyak Goreng Popok Gula Susu Beras

Pihaknya pun mengaku telah beberapa kali bertanya langsung ke perangkat desa yang bersangkutan.

"Kami tanya alasannya kemana saja dana desa. Katanya untuk bayar hutang," ungkap Arpan.

Warga lainnya, Yusriati menuturkan, dirinya adalah seorang janda yang sempat menerima bantuan ditahap pertama, dan saat ini dihentikan tanpa alasan.

"Perangkat desa mengumumkan bahwa dana desa dipakai untuk membangun jalan," ucapnya.

Menanggapi hal ini, Nafri Junaidi Kadis PMD Tebo mengatakan, pihaknya hanya bisa menampung keluhan warga. Karena yang mengetahui permasalahan adalah perangkat desa.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Siap Disalurkan Dalam Waktu Dekat, Catat Ini yang Harus Diketahui oleh Warga Jambi

Baca juga: Tiga Kurir Narkoba Jenis Sabu 2 Kg & Ekstasi 3.400 Butir Mengaku Menyesal Dipersidangan

Baca juga: Link Streaming Cinta Nikita SCTV Tayang Perdana Malam Ini, Dibintangi Nikita Willy dan Rizky Billar

Namun menurutnya, jika memang ada suatu masalah, pihaknya bisa memanggil perangkat desa, kenapa BLT tidak dibayarkan.

"Harusnya BLT ini sudah tidak ada lagi dibahas di tahun 2021, karena sudah selesai. Namun kalau ada keluhan kami tetap dengarkan," katanya, dihadapan warga

Nafri pun menyatakan, jika memang ada indikasi korupsi, akan diserahkan ke pihak berwenang.

"Kalau memang ada indikasi korupsi kita serahkan ke aparat berwenang," pungkasnya.

(Tribunjambi/Hendro Sandi)

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBAUR KAMI DI YOUTUBE:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved