Fadli Zon Kritik Risma, Sosok Ini Ungkap yang Sebenarnya Dilakukan Mensos

Seperti diketahui kader Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, blusukan memang perlu dilakukan seorang pemimpin, namun kalau itu berlebihan itu namany

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Foto: dok. Kemensos
Mensos Risma saat blusukan ke pemukiman kumuh. 

TRIBUNJAMBI.COM - Serangan kader Partai Gerindra terhadap Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang melakukan blusukan di beberapa lokasi di DKI Jakarta mendapat pembelaan dari Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

Seperti diketahui kader Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, blusukan memang perlu dilakukan seorang pemimpin, namun kalau itu berlebihan itu namanya gila pencitraan.

Fadli mengatakan, jika Risma melakukan blusukan, karena dia seorang menteri maka harus dilakukan setiap berkunjung ke daerah, bukan hanya di DKI Jakarta.

Baca juga: Jenis Investasi Menguntungkan Tahun 2021, Obligasi dan Emas Tipe Ini Peluang

Baca juga: Deretan Fitur baru Telegram di Tahun 2021, Voice Chat Overlay hingga Pintasan Push-to-Talk 

Baca juga: Promo Indomaret Terbaru 6 Januari 2021, Diskon Susu Beras Popok Bumbu Dapur Detergen Personal Care

Sedangkan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membela Menteri Sosial Tri Rismaharini yang aktif melakukan blusukan di DKI Jakarta pasca dilantik. 

Menurutnya, aksi blusukan tersebut adalah karakter Risma yang memang kerap turun ke bawah. 

"Bu Risma juga kan belum lama dilantik, jadi karakter kepemimpinan Bu Risma setiap kunjungan ke daerah itu turun dan menyapa rakyat khususnya mereka yang miskin, yang terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil," kata Hasto dalam keterangannya, Selasa (5/1/2021).

Hasto menyebut, apa yang dilakukan Risma merupakan cara membangun harapan bahwa Wong Cilik rakyat Marhaen, tidak akan lagi merasa tertinggalkan karena hadirnya pemimpin yang menyatu dengan rakyat. 

"Tradisi blusukan ini juga dilakukan oleh Presiden Jokowi sebelumnya ketika beliau menjadi Gubenur. Sehingga ini harus menjadi bagian kultur kepemimpinan nasional kita, seorang pemimpin yang menyatu dengan rakyat," papar Hasto.

"Bukankah sejak awal ketika Konstitusi dirancang semangat dari para pendiri republik ini menegaskan bagaimana fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara?" sambungnya.

Hasto menegaskan, pengalaman yang begitu luas sebagai wali kota faktanya mampu membawa kemajuan dan juga keberpihakan bagi rakyat kecil di Kota Surabaya.

Hasto juga menambahkan, Risma melakukan blusukan bukan hanya akan di Jakarta, tapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya sebagai menteri sosial. 

Pada akhir tahun lalu, Risma sempat berkunjung ke Ponorogo Jawa Timur untuk bertemu penyandang disabilitas.

"Apa yang dilakukan Bu Risma merupakan pelaksanaan semangat konstitusi, di mana fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, bagaimana negara hadir, bagaimana keadilan sosial ini dikedepankan. Karena itulah apa yang dilakukan Bu Risma justru menunjukkan beginilah sosok pemimpin yang terus bergerak dan berdedikasi bagi kepentingan rakyat itu, karena rakyat sebagai sumber legitimasi dan legalitas dari kepemimpinan itu," kata Hasto.

Baca juga berita lainnya:

Tri Rismaharani baru saja mengemban amanah menjadi Menteri Sosial (Mensos) Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved