Breaking News:

Berita Sarolangun

Pembelajaran Tatap Muka, Dinkes Sarolangun Harap Tak Ada Klaster Sekolah

Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun  berharap agar kedepannya tidak ada lagi klaster baru penularan virus corona ini...

Tribunjambi/rifani halim
Bambang Hermanto Dinkes Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sekolah di lingkungan kabupaten Sarolangun baru saja di mulai, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun  berharap agar kedepannya tidak ada lagi klaster baru penularan virus corona ini, termasuk setelah dimulainya proses belajar mengajar di sekolah.

“Kita harap pembelajaran tatap muka dj sekolah tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran covid-19, maka sesuai yang disampaikan oleh pak Kadis, bahwa sekolah harus melakukan protokol kesehatan,” kata Bambang Hermanto, saat ikut meninjau belajar tatap muka dj SD 44 Sarolangun, bersama Helmi kadis pendidikan kabupaten Sarolangun,Senin (4/1/2021)

Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Sarolangun berdasarkan data terakhir di awal Januari 2021 ini, jumlah yang terkonfirmasi positif terkena virus corona ada sebanyak 171 orang, berdasarkan hasil swab test.

Dari 171 kasus tersebut, sebanyak 169 orang sudah dinyatakan sembuh. 

“Kemarin sempat sembuh 169 orang, cuman karena ada penambahan kasus sehingga tingkat kesembuhan berada diatas 90 sekian persen,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada para guru ataupun siswa, dan orang tua murid agar tidak melakukan perjalanan keluar daerah baik provinsi maupun kabupaten sarolangun, dikarenakan masih adanya daerah tertentu yang dinyatakan zona merah penuladan covid-19.

“Bagi yang melalukan perjalanan ke luar daerah, kita himbau agar guru atau murid tidak masuk sekolah dulu sebelum habis masa waktunya selama 14 hari,” ungkapnya.

Lanjutnya, begitu juga bagi guru atau siswa yang sedang mengeluh sakit berupa demam,  batuk ataupun pilek, kata Kadinkes ini disarankan agar tidak mengikuti pembelajaran di sekolah dulu sebelum memang benar-benar dalam kondisi sehat.

“Dari peninjauan yang kita lakukan hari ini alhamdulillah sudah mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan oleh kemendikbud, dan instruksi langsung dari Disdikbud dan kita sendiri dari dinas kesehatan,” tutupnya.

Baca juga: Naaib FPI di Sarolangun, Kesbangpol Sarolangun Ikut Perintah Pusat

Baca juga: Minta Warga Sediakan Home Stay Untuk Wisatawan, Cikal Bakal Perekonomian Batang Asai

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Susun Kamus Bahasa Jambi

(Tribun Jambi/Rifani Halim)

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved