Editorial
Maju Mundurnya Belajar Tatap Muka di Provinsi Jambi, Antara Iya dan Tidak
Instruksi Menteri Pendidikan, belajar tatap muka saat masih Pandemi Covid-19 ini bisa dimulai awal 2021.
Penulis: Rahimin | Editor: Rahimin
Maju Mundurnya Belajar Tatap Muka di Provinsi Jambi, Antara Iya dan Tidak
TRIBUNJAMBI.COM - Instruksi Menteri Pendidikan, belajar tatap muka saat masih Pandemi Covid-19 ini bisa dimulai awal 2021.
Artinya, 4 Januari 2021 ini, pihak sekolah sudah bisa memulai proses belajar tatap muka, bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), ataupun sekolah menengah atas (SMA).
Namun, tidak semua pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang memulai proses belajar tatap muka.
Baca juga: Sedih dan Berurai Air Mata, Tulisan Anwar Abbas Tentang Din Syamsuddin Cerakan Istri Kedua Novalinda
Baca juga: Anggota DPR Ini Beri Taktik Agar Habib Rizieq Shihab Bisa Jadi Capres: Kalau FPI Ingin Berkuasa!
Baca juga: Cerita Sofi Penghulu Akad Nikah Din Syamsuddin Dengan Rashda Diana, Sempat Grogi dan Gemetaran
Di Kota Jambi, Merangin, memastikan menunda belajar tatap muka, Senin (4/1/2021). Diknas Kota Jambi rencananya memulai belajar tatap muka 18 Januari. Merangin akan mulai 5 Januari, tergantung hasil rapat Senin ini.
SD dan SMP di Kabupaten Batanghari yang terletak di desa-desa akan memulai proses belajar tatap muka. Sedangkan untuk sekolahan yang berada di kelurahan, ditunda.
Untuk di Sarolangun, rencananya dimulai belajar tatap muka, Senin (4/1/2021) ini. Semuanya dengan protokol kesehatan.

Sebelumnya, SD dan SMP di Kota Jambi memang akan melanjutkan kembali belajar tatap muka, seperti beberapa bulan lalu sempat mencoba belajar tatap muka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Namun, untuk Senin ini ditunda, karena mengingat dikhawatirkan siswa-siswa baru pulang liburan. Hingga untuk antisipasi, setelah 14 hari istirahat di rumah.
Baca juga: Mau Rayakan Ulang Tahun, Pendaki Gunung Rinjani Meninggal Setelah Jatuh ke Jurang Sedalam 100 Meter
Baca juga: Kisah Sedih Dibalik Foto Bocah SD Berjaket Ojol yang Sedang Ambil Orderan di Kasir
Baca juga: Kabar Duka, Subiakto Tjakrawerdaja Mantan Menteri Koperasi Era Presiden Soerhato Meninggal Dunia
Belajar tatap muka ini menjadi perdebatan di kalangam wali murid. Ada yang menginginkan anak-anaknya belajar tatap muka, ada yang tetap menginginkan anaknya belajar daring. Maka diambillah opsi, dengam membuat surat pernyataam bersedia belajar tatap muka atau daring.
Saat belajar tatap muka di Kota Jambi pernah dilakukan di tengah pandemi Covid-19, semua berlangsung lancar, lantaran tidak ada siswa maupun guru yang terkonfirmasi covid. Sebab, semua sekolah melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat-sangat ketat.
Sistim belajar menjadi dua shift, tiap kelas diisi separuh dari total jumlah siswa. Di dalam kelas, diatur jarak 1 meter tiap meja belajar.
Belajar hanya 3 jam, tanpa ada istirahat. Usai belajar, siswa langsung pulang. Dan ortu diminta menjemput siswa tepat waktu.
Memang, belajar tatap muka di saat pandemi ini menjadi dilema bagi orang tua.
Baca juga: Sidang Perdana Praperadilan Rizieq Shihab, PN Jakarta Selatan Dijaga Ketat Ribuan Personel Gabungan
Baca juga: Harapan Untuk Jadi Guru PNS Pupus, Pemerintah Tak Buka CPNS 2021 Formasi Guru, Ini Penggantinya
Baca juga: Ketua Fraksi PAN MPR RI Meninggal Dunia Karena Covid-19, Ini Profil Lengkapnya
Di satu sisi, ortu takut anak-anaknya tertular, dan mengijinkan anak-anak mereka sekolah lagi ketika sudah mendapatkan vaksin.
Di sisi lain, ortu ingin anaknya mendapat pelajaran langsung dari guru mata pelajaran, tidak lewat daring.
Yang terpenting, kita sebagai orangtua selalu mengingatkan pentingnya protokol kesehatan, baik sudah diberi vaksin ataupun belum.
Hendaknya protokol kesehatan yang sudah kita jalani hampir 1 tahun ini tetap kita utamakan, walaupum vaksin Covid-19 sudah semuanya mendapatkan.