Kelamaan Soal Impor Vaksin Covid-19, Hotman Paris Kritik Jokowi
Hotman Paris mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Republik Indonesia, Jokowi yang menetapkan tenggang waktu bagi perusahaan swasta agar dapat mend
TRIBUNJAMBI.COM - Polemik vaksinasi massal yang akan dilakukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ditanggapi Pengacara kondang, Hotman paris Hutapea.
Hotman Paris mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Republik Indonesia, Jokowi yang menetapkan tenggang waktu bagi perusahaan swasta agar dapat mendistribusikan vaksin mandiri ke masyarakat.
Pasalnya, tenggang waktu yang diberikan Pemerintah Pusat dinilainya sangat lama, yakni 3,5 tahun terhitung sejak vaksin gratis didistribusikan kepada masyarakat.
Kekecewaan tersebut disampaikan Hotman Paris lewat status instagramnya @hotmanparisofficial; pada Minggu (3/1/2021).
Baca juga: Sasaran Vaksinasi Covid-19 di Jambi Tahap Pertama Tenaga Kesehatan, Sopir Ambulans, Hingga Satpam
Baca juga: Nonton Streaming Anime Boruto Eps 181 Sub Indo, Pertarungan Naruto dan Boruto di Latih Tanding
Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Katakan Ada Hal yang Aneh Dalam Nomer Urut Perkara Peradilan
Dalam postingannya tersebut, Hotman Paris menyinggung soal perannya yang dulu lantang menyuarakan soal impor remdesivir pada awal pandemi virus corona atau covid-19.
Ketika itu, dirinya menegaskan agar pemerintah membuka kesempatan kepada perusahaan swasta Indonesia untuk dapat mengimpor obat covid-19 itu dari Amerika.
"Salam Kopi Joni, dulu waktu obat corona, remdesivir diproduksi pertama kali di Amerika, Hotman paris yang ngotot mengusulkan agar perusahaan swasta Indonesia dilibatkan untuk mengimpor,' ungkap Hotman Paris.
"Dan ternyata akhirnya berhasil dan sudah ada perusahaan Indonesia yang mengimpor obat corona remdesivir dari Amerika," jelasnya.
Serupa dengan remdesivir, dirinya kini juga mengusulkan agar pemerintah menerapkan kebijakan serupa terkait impor vaksin covid-19 dapat diberikan segera kepad pihak swasta.
Tujuannya dijelaskannya agar proses distribusi vaksin covid-19 dapat cepat dilakukan.
Selain itu, masyarakat juga dapat lebih leluasa memilih untuk menunggu jatah vaksin covid-19 gratis atau membayar kepada perusahaan untuk mendapatkan vaksin covid-19 mandiri.
"Sekarang mengenai vaksin, apakah hal yang sama juga diijinkan perusahaan swasta untuk mengimpor vaksin dari luar negeri, untuk mengurangi beban pemerintah, untuk mempercepat proses vaksinasi?," jelas Hotman Paris.
"Sehingga masyarakat dapat memilih, mau yang gratis atau mau yang bayar kepada perusahaan yang mengimpor vaksin tersebut diawasi oleh BPOM," tambahnya.
Keputusan Jokowi tersebut katanya sangat penting.
Mengingat tenggang waktu pembukaan keran bagi pihak swasta untuk mengimpor vaksin covid-19 sangat lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26062020_hotman.jpg)