Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

UMKM Jambi

VIDEO Lebih Dua Dekade Berdiri, Warung Sop Tradisional ini Makin Eksis di Tengah Era Digitalisasi

Seperti tidak tersentuh digitalisasi dengan transaksi perdagangan online ( e-commerce ).

Tayang:
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seperti tidak tersentuh digitalisasi dengan transaksi perdagangan online ( e-commerce ). Warung Lindekss Sopto malah makin eksis.

Malah disaat E-commerce sedang bertumbuh dengan cepat, warung Lindekss Sopto juga ikut bertumbuh walaupun dengan memanfaatkan teknik pemasaran tradisionalnya.

Empat tahun yang lalu, tepatnya 2016, warung sop ini membuka cabangnya tepat di seberang jalan warungnya.

Ya, Warung utama dan cabangnya hanya dipisahkan Jalan Kapten UD Sunaryo, Talang Bakung Jambi Selatan Jambi, Namun peminatnya tidak pernah surut. Warung tersebut selalu ramai pengunjung.

Pengunjungnya pun beragam, dari rakyat biasa yang menggunakan motor sampai kaum Borjuis yang menggunakan SUV dengan  harga lebih dari setengah milyar

Selain itu, wanita muda Dengan tampilan modis pun tak segan untuk makan di warung tersebut.

Anak- anak milenial Dengan gaya khasnya, sampai pria dengan gaya perlente berjubel di warung yang mengusung nuansa retro tersebut.

Tidak ada kesan moderen yang di tampilkan warung ini, justru tampilan khas rakyat dengan nuansa retro ini lah yang menjadi daya tarik warung yang menjual sop tulang ini.

Parlan Pemilik warung Lindekss Sopto mengatakan titik balik kesuksesan usahanya terjadi pada tahun 2016 silam.

"Awalnya warung kita yang di depan sana," ujar Parlan sambil menunjukkan warung sop yang hanya berukuran 2,5 x 4 meter tersebut, Sabtu (  2/1/2021).

Kala,itu di musim hujan juga seperti ini, "kenang Sapto," tiga orang kehujanan yang sedang berteduh memesan tiga mangkuk sop campur miliknya.

Mereka sangat terkesima dengan rasa yang di suguhkan kulinernya kala itu. Ditambah lagi dengan harganya yang hanya Rp 10 ribu per porsi membuat mereka jatuh hati.

Di bawah guyuran hujan lebat siang ini, Sapto menuturkan kejadian tersebut seolah-olah baru terjadi kemarin.

"Aku masih teringat jelas ekspresi mereka ketika aku bilang, semuanya hanya Rp 45 ribu, mereka

sampai menanyakan dua Kali untuk memastikan. Seketika aku bilang, satu sop hanya Rp 10 ribu, minumanya Rp 5 ribu," kenangnya siang itu.

Beberapa hari kemudian, pelangganya tadi kembali dengan membawa beberapa temanya.

Baca juga: Angka Kriminalitas di Kabupaten Tanjabbar Turun 27,27 Persen, Penanganan Kasus Meningkat

Baca juga: Polsek Batang Asai Sarolangun Amankan Perempuan yang Bawa Sabu ke Mess Pemda

Baca juga: 3 Kecamatan di Muarojambi Ini Bertahan di Zona Hijau, Kadinkes Berharap Dapat Dipertahankan

Semenjak saat itu warung sop ini tidak pernah sepi.

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut cabang keduanya ini pun dibangun.

"Awalnya tidak sebesar ini, hanya sampai bagian depan sana" katanya sambil menunjuk ke salah satu meja makan.

Namun semakin bertambahnya waktu, warungnya makin diperbesar, hingga sampai saat ini.

Parkirannya  juga besar sehingga pengguna mobil nyaman untuk memarkirkan kendaraanya, tanpa harus mengganggu pengguna jalan yang lain.

Lahir setelah pemilu pertama setelah kejatuhan Suharto

Warung Lindekss pertama Kali hadir sebelum tahun 2000an. Lebih tepatnya setelah pemilihan umum pertama setelah Soeharto lengseng.

Kala itu, Parlan kebagian tugas menyiapkan konsumsi panitia KPPS yang sedang rapat.

Parlan menyediakan sop tulang saat itu.

Banyaknya respon positif dari anggota KPPS dan saran untuk membuka warung sop. Ditindaklanjuti oleh Parlan beberapa bulan kemudian.

Saat itu warungnya tidak seramai sekarang.

Lokasih yang tidak terlalu strategis, membuka warung sop ini, tidak begitu begitu ramai, walaupun tidak bisa juga dikatakan sepi peminat.

Pelanggan yang telah tau kualitas rasa sopnya tidak segan untuk menjadi pelanggan setianya kala itu.

Namun, kesabaran dan konsisten akan rasa yang disuguhkan membuat Parlan bisa sukses dengan warung sopnya.

Baca juga: Angka Kriminalitas di Kabupaten Tanjabbar Turun 27,27 Persen, Penanganan Kasus Meningkat

Warung sop ini setiap hari buka dari pukul 09.00 wib sampai 21.00 wib.

(Tribunjambi.com/M.Yon Rinaldi)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved