Breaking News:

Berita Sarolangun

Inilah Tujuh Desa di Sarolangun yang Dapatkan Bantuan Program Perpustakaan Berbasis Inklusi

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) terus mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas...

Rifani halim
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) terus mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas perpustakaan desa yang sudah terbentuka, Salah satunya, melalui program nasional revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. 

Kepala DPAD Sarolangun, Ali Amri kepada media ini mengatakan saat ini sudah ada 7 desa yang mendapatkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut. 

Tahun 2019 ada sebanyak 5 Desa, yakni Desa Bernai Dalam Kecamatan Sarolangun, Desa Perdamaian dan Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut, Desa Semaran Kecamatan Pauh dan Desa Gurun Mudo Kecamatan Mandiangin. 

"Sedangkan tahun 2020 ini ada dua desa yang mendapatkan bantuan program nasional, yakni Desa Bangun Jayo, Kecamatan Bathin VIII dan Desa Teluk Tigo, Kecamatan Cermin Nan Gedang. Jadi hingga sekarang sudah ada 7 desa mendapatkan program revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, " kata Ali Amri , Sabtu (2/1/21).

Kata Ali Amri, bantuan program perpustakaan ini dilakukan dalam pengembangan perpustakaan desa yang memiliki persyaratan seperti gedung, pengelola hingga akses Internet. 

Setiap desa yang menerima, mendapatkan bantuan buku sebanyak 500 eksamplar, tiga buah komputer dan satu buah TV dengan ukuran 40 inch.

Kegiatan program revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini merupakan program pemerintah pusat melalui perpustakaan nasional, yang memiliki tujuan selain sebagai literasi bagi masyarakat setempat namun dapat juga untuk menambah pemahaman masyarakat dalam meningkatkan ekonomi. 

"Misalnya pelatihan buat kue dan membaca buku, kemudian langsung di praktekkan, sehingga dapat berkembang dan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat," katanya. 

Selain itu, kata Ali Amri bahwa pada tahun 2019 yang lalu bantuan tersebut sudah rampung dilakukan bahkan sudah dilakukan pembekalan di tingkat kabupaten, provinsi hingga ke tingkat nasional terhadap pengelola dan kepala desanya.

"Tahun ini hanya barang di kasih oleh pemerintah pusat dulu karena masa pandemi virus corona (Covid-19), dan maka kita lakukan pembinaan bahwa perpustakaan inklusi sosial itu merupakan program bagaimana perpustakaan bukan hanya sebagai literasi tetapi membuat suatu kegiatan di perpustakaan desa itu sehingga dapat menambah pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat sekitar," katanya. 

Halaman
12
Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved