Dua Anggota TNI di Rejang Lebong Dikeroyok Saat Tahun Baru, 1 Prajurit Tewas, Terungkap Ini Sebabnya
Seorang anggota TNI di Rejang Lebong, Bengkulu tewas dikeroyok sekelompok pemuda di malam Tahun Baru 2021.
Dua Anggota TNI di Rejang Lebong Dikeroyok Saat Tahun Baru, 1 Prajurit Tewas, Terungkap Ini Sebabnya
TRIBUNJAMBI.COM, REJANG LEBONG - Seorang anggota TNI di Rejang Lebong, Bengkulu tewas dikeroyok sekelompok pemuda di malam Tahun Baru 2021.
Polisi kemudian menangkap 10 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno menyebutkan, kelompok pemuda pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di daerah itu yang menyebabkan satu di antaranya meninggal dunia sudah ditangkap.
"Sudah ada sepuluh orang yang ditangkap, delapan orang di antaranya ditetapkan menjadi tersangka dan 2 orang lainnya, yakni D dan JY berstatus sebagai saksi karena saat kejadian keduanya sedang keluar membeli rokok," kata AKBP Puji Prayitno dalam keterangannya di Rejang Lebong, Sabtu (2/1/2021).
Baca juga: Andi Arief Ingatkan Soal Jenderal Tua yang Menyesatkan, Mahfud MD: Siapa Dinda, SBY, Prabowo, Luhut?
Baca juga: Polisi Bongkar Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Sebenarnya, Kadus di Cianjur Kaget Kenal Pelaku
Baca juga: Siapa Sebenarnya Dandhy Dwi Laksono, Berani Menentang Maklumat Kapolri Soal FPI,Sampai Bilang Begini
Puji Prayitno menjelaskan, para tersangka pengeroyokan terhadap Prada Yopan Setiandi (meninggal dunia), dan Pratu Agus Salim (luka berat) yang bertugas di Yonif 144 Jaya Yudha Curup terjadi di Lapangan Setia Negara Curup, Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 23.30 WIB, berhasil ditangkap petugas Polres Rejang Lebong dan Kodim 0409/Rejang Lebong pada Jumat dini hari dan Jumat (1/1/2021) malam.
"Untuk keamanan dan kondusifitas para pelaku saat ini ditahan di rumah tahanan Polda Bengkulu untuk di proses sesuai hukum yang berlaku," urai Puji Prayitno.
Adapun 8 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini, kata Puji, lima orang ditangkap terlebih dahulu, yakni RE, BO, RO, AK, dan DA sebagai saksi.

Kemudian pada Jumat malam 5 orang lagi yakni RA, RE, KP, JE dan JY sebagai saksi.
Para tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan petugas penyidik sementara ini diketahui memiliki peran masing-masing seperti tersangka BO yang melakukan penusukan almarhum Prada Yopan Setiadi.
Kemudian tersangka RA melakukan penusukan korban Pratu Agus Salim.
Sedangkan 6 orang tersangka lainnya berperan sebagai pelaku pemukulan maupun menendang, baik terhadap korban Prada Yopan Setiadi maupun Pratu Agus Salim.
Puji Prayitno menambahkan, adanya kejadian pengeroyokan yang dilakukan kelompok pemuda terhadap anggota TNI di wilayah itu yang diduga akibat kesalahapahaman tersebut sangat disayangkannya.
Puji Prayitno berharap para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya yang akan beranjak dewasa dalam pergaulan kesehariannya.
"Hasil analisa kami pelaku yang telah dewasa ini ada indikasi keinginan kuat untuk menunjukkan esistensinya dengan merekrut anak-anak yang mau menginjak dewasa membuat genk-genk yang mengarah kepada tindakan-tindakan yang kurang baik dan cenderung negatif," kata AKBP Puji Prayitno.
Baca juga: Nasib Umat Islam Buat Dunia Terkejut, Peramal Paling Terkenal Katakan Ini yang Akan Terjadi 2021
Baca juga: Jenderal Idham Aziz Mulai Keras, Begini Perintahnya pada Polisi Hadapi Simpatisan FPI, Jangan Takut!
Baca juga: Diluar Dugaan Ternyata Ini Pengganti Kapolri Idham Aziz, Terawangan Mbah Mijan di Tahun 2021
Anggota TNI AU tewas dikeroyok di Bekasi
Sebelumnya diberitakan, seorang anggota TNI Angkatan Udara yang juga merupakan Tamtama Pengemudi Kodikalatau, Prada Riki Hidayat, tewas setelah dikeroyok di tempat parkir depan Nine Ball Billiard Pondok Gede, Bekasi, Rabu malam (4/1/2017), sekitar pukul 23.40 WIB.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, di Jakarta Kamis, menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika Serka Bayu Wicaksono sekitar pukul 22.30 WIB, bermain bilyard di Nine Ball Biliard Pondok Gede.
Namun, tiba-tiba datang dua orang warga dalam kondisi mabuk dan salah satu dari mereka mengganggu Serka Bayu Wicaksono dengan cara mengambil dua bola yang ada di meja billyard.

"Dan memasukkan ke dalam saku celananya dan berjalan keluar tempat billyard," kata Kadispenau.
Melihat hal itu, lanjut dia, Serka Bayu Wicaksono mengikuti dua orang tersebut keluar untuk meminta bola billyard dan menegur dua orang tersebut.
Setelah itu, terjadilah adu argumen di tempat parkir antara Serka Bayu Wicaksono dengan dua orang tersebut.
Menyadari dalam keadaan sendiri maka Serka Bayu Wicaksono masuk kembali ke tempat billyard dan menghubungi rekannya untuk minta bantuan, yang diterima oleh Praka Arif Widodo.
Kemudian, rekan Serka Bayu Wicaksono, yakni Praka Sandi, Praka Arif Widodo, Prada Riki Hidayat, Prada M Nur Hasan dan Prada Abu Sofyan, datang ke Nine Ball Bilyard.
Mengetahui kalah jumlah, kedua orang sipil tersebut melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tak berselang lama, sekitar 20 orang warga datang ke lokasi kejadian, sehingga terjadilah perkelahian antara kelompok Serka Bayu Wicaksono melawan orang sipil yang berjumlah sekitar 20 orang.
Karena kalah jumlah, Serka Bayu Wicaksono dan rekannya berusaha keluar dari tempat kejadian, namun naas pada saat Prada Riki Hidayat hendak mengambil sepeda motornya, ia mendapat pukulan benda keras di belakang kepala dan terjatuh.
Pada saat itulah salah seorang dari pengeroyok menusuk Prada Riki Hidayat menggunakan patahan paralon dan stick biliard lalu meninggalkan tempat kejadian, papar Jemi.
Prada Riki Hidayat langsung dilarikan ke RS Polri Kramatjati, dan berdasarkan hasil pemeriksaan Prada Riki Hidayat dinyatakan meninggal karena terkena delapan tusukan pada punggung, tangan kanan kiri, pangkal lengan kiri, rusuk sebelah kiri dan kepala bagian belakang.
"Setelah divisum jenazah dimakamkan di TPU Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jaktim," katanya.
Saat ini, tambah Jemi, Satprov Denma Makodiklatau yang berkoordinasi dengan Satpom Lanud Halim Perdanakusuma dan Polsek Pondok Gede tengah mengejar para pelaku yang sudah teridentifikasi melalui CCTV.
"Hingga saat ini sudah tertangkap tiga orang pelaku atas nama Benny, Junaidy Ohoitenan dan Ilham, kini sudah diamankan di Polres Bekasi guna penyidikan," tuturnya.
Untuk mencegah agar kasus tersebut tidak berkembang luas, Pimpinan TNI AU menekankan agar seluruh anggota dan satuan jajarannya tidak terpancing dengan kejadian tersebut yang dapat memicu terjadinya tindakan balas dendam.
"Saya harap para pelaku segera menyerahkan diri ke pihak Kepolisian," tutur Kadispenau. (Antaranews)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Anggota TNI di Rejang Lebong Dikeroyok Hingga Tewas, Polisi Ringkus 10 Orang Pelaku Pengeroyokan.