3.058 Lebih Rumah di Kota Jambi Terendam
Sebanyak 3.058 rumah di Kota Jambi terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Rabu (30/12/2020) malam hingga Kamis (31/12).
Menurut keterangannya, ketinggian air sekira 150 sentimeters.
Sejauh ini belum ada data resmi yang dirilis Pemkot Jambi terkait dampak banjir maupun kerugian.
Namun, sejumlah tempat evakuasi pengungsian telah disiapkan. Di sana juga disediakan dapur umum.
"Pemerintah Kota Jambi menyediakan dapur umum untuk warga terdampak banjir. Setiap warga yang terdampak banjir, walaupun tidak ikut mengungsi di tenda, kami jamin tidak akan kelaparan. Selama kami mendapat laporan yang jelas," kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.
Noviarman, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi menyediakan dapur umum.
Baca juga: Sholat Tahajud sebagai Kunci Masuk Surga, Begini Bacaan Niat dan Cara Mengerjakannya
Baca juga: Bukan Beban Diringankan Tapi Bahu Dikuatkan, Semangat Baru Hedia Sambut 2021
Baca juga: Pria Ini Nekat Naik Motor ke Tanah Suci Tempuh 20 Ribu KM, Tujuannya Mendoakan Sang Ibu yang Sakit
Tempat tersebut antara lain di mako damkar, di RT 22 Kelurahan Mayang Mangurai, di RT 19 Kelurahan Suka Karya, di Perumahan Kembar Lestari II, Kecamatan Alam Barajo.
"Kami memiliki petugas untuk memasak di dapur umum yang terletak di mako damkar. Selain itu ada beberapa dapur umum lainnya di beberapa tempat," ucap Noviarman.
Ada pula dapur umum yang didirikan atas inisiatif masyarakat setempat. Yaitu di sebuah masjid Lorong Widuri, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru.
"Kalau butuh makanan, alur melapornya bisa melalui pemerintah setempat. Misalnya melalui RT, lalu RW, atau lain-lain hingga kami tahu," jelasnya.
Walaupun dapur umum yang disediakan Pemerintah Kota Jambi hanya ada di mako damkar, akan tetapi Dinas Sosial Kota Jambi juga tetap menyalurkan bantuan.
Bantuan saat ini baru berupa beras dan mie instan melalui pemerintah setempat untuk dapur umum di wilayahnya.
Saat banjir masih melanda pada Kamis lalu, Camat Jelutung, Rini Yuliani mengatakan proses evakuasi sudah dilakukan sejak Kamis subuh.
Evakuasi menjadi sulit, bukan hanya karena tinggi air tapi juga derasnya arus air.
Dia menyebut, di sejumlah titik air sudah mulai surut. Apa lagi setelah pintu air di Sungai Asam sudah dibuka maksimal, sehingga air mulai dibuang ke Sungai Batanghari.
Komandan Regu Basarnas, Djunianto, di lokasi banjir mengatakan air merendam sekitar lima RT di Kelurahan Jelutung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/warga-sarapan-rumah-banjir.jpg)