Pengakuan Penggali Kubur Korban Covid-19, Sudah Makamkan 456 Jenazah, Ini Pesannya untuk Warga
TPU tersebut menjadi lokasi pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di Pekanbaru. Menjelang tengah hari itu, cuaca panas tiba-tiba hujan.
Dapat insentif Zein dan rekannya digaji setiap bulan sebagai tukang gali kubur di TPU Tengku Mahmud.
Zein sudah lama bekerja TPU Tengku Mahmud, sebelum TPU itu dijadikan tempat pemakaman jenazah korban Covid-19. Gaji yang diterimanya cukup untuk menghidupi istri dan lima orang anaknya, empat anaknya masih sekolah.
Selain digaji per bulan, Zein dan rekannya juga bersyukur mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.
"Insentif bulan April sampai Agustus 2020, kami dapat 21,6 juta per orang. Alhamdulillah, cukup buat makan keluarga," kata Zein.
Minta warga patuh protokol kesehatan
Sebagai tukang gali kubur jenazah pasien Covid-19, Zein meminta masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.
Karena, kata dia, sudah banyak korban virus corona itu yang dikuburkannya. "Ya, kita sebagai masyarakat harus patuhi protokol kesehatan. Apalagi saat liburan, kalau tidak ada kepentingan tak usah keluar, cukup di rumah saja," pesan Zein.
Saat dimintai tanggapan terkait masih banyak yang tidak percaya dengan Covid-19, menurut Zein, itu pendapat seseorang dan tidak mempermasalahkannya.
Hanya saja, ia percaya dengan virus corona karena sudah banyak korban yang ia makamkan.
"Ya, mau percaya atau tidak itu hak mereka. Buktinya sekarang saya sudah kuburkan ratusan jenazah korban Covid-19. Virus itu memang ada dan kita harus selalu waspada," kata Zein. (Kompas.com/Idon Tanjung)
Pengakuan Penggali Makam Korban Covid-19, Sudah Kubur 456 Jenazah, Pernah Gali Sendirian
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Kisah Subhan Zein Makamkan 456 Jenazah Covid-19, Pernah Gali Kubur Sendirian.