China Nyaris Kuasai Ekonomi Timor Leste, Warga Tiongkok Justru Hidup Sengsara Begini Kondisinya Kini

Dengan berbagai cara China nyaris mengusai semua perekeonomian di Timor Leste pasca merdeka dari Indonesia.

Editor: Teguh Suprayitno
Kolase/Intisari Ilustrasi
Ilustrasi gadis China menjajakan diri- Banyak warga China di Timor Leste justru hidup menderita, meski nyaris kuasai sektor ekonomi di Asia. 

"Anda lahir di sini, Anda tumbuh di sini, Anda berbicara bahasa yang sama, tetapi tetap saja kulit Anda tidak menunjukkan bahwa Anda cukup murni seperti mereka," kata Teresa.

Besarnya penduduk China di Timor Leste juga dipengaruhi meningkatnya pengaruh China di kawasan itu.

Pengaruh China yang berkembang di Timor Leste telah menarik perhatian para komentator internasional.

Pada gilirannya menuai teguran dari para pemimpin negara muda itu.

Pada bulan September 2019, mantan presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengecam para penulis karena "sangat tidak akurat dan menyesatkan" dalam menggambarkan pengaruh China di Timor-Leste.

"Ini klise dan konyol," katanya kepada South China Morning Post.

4.000 orang China menetap di Timor Leste

Sekitar 4.000 orang China yang menetap dan tinggal di Timor Leste.

Mereka mendirikan basis ekonomi, mulai dari sektor ekonomi kecil hingga besar

Menurut South China Morning Post, di Plaza Timor, nyaris semua toko dan tempat perbelanjaan dimiliki oleh orang Tionghoa.

Sebut saja salah satunya betnama Ma Liyu, wanita ini mengaku berasal dari kota Ningde di Provinsi Fujian, China.

Dia datang ke Timor Leste untuk berdagang daun teh, dan aksesoris ponsel.

Kolase/Intisari Ilustrasi - Keluakuan pejabat PBB di Timor Leste dibongkar media.
Kolase/Intisari Ilustrasi - Keluakuan pejabat PBB di Timor Leste dibongkar media. (Kolase/Intisari Ilustrasi)

Ma pindah sekitar 11 tahun lalu, setelah mendengar akan sangat mudah menghasilkan uang di negara tersebut.

Namun, dia mengaku memulai bisnisnya tidak mudah, dia juga sempat ditipu oleh imigran China lainnya dan kehilangan tabungannya hingga 70.000 dollar AS.

"Mereka orang China bisa menipu satu sama lain," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved