Wawancara Eksklusif Hari Ibu
WAWANCARA EKSKLUSIF Kepala DPMPPA Kota Jambi, Hari Ibu: Pembelajaran Pranikah Diperlukan (2)
Selain peran besar calon ibu, peran calon ayah juga sangat diperlukan untuk membantu keluarga harmonis.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Irawati Sukandar: Kita bekerjasama dengan Kementrian Agama Kota Jambi, di mana ada calon-calon pengantin dilakukan sedikit pembelajaran, atau penyuluhan pra nikah.
Di situ, sektor-sektor terkait, turut serta memberikan pelatihan kepada calon-calon pengantin. Salah satunya dari DPMPPA.
Kalau DPMPPA ke arah bagaimana menghadapi kualitas keluarga yang dihubungkan dengan cita-cita mereka tentunya untuk menikah satu kali seumur hidup.
Selain itu juga untuk bagaimana memiliki anak yang benar-benar berkualitas. Jadi kita memberikan bekal kepada keduanya, bagaimana cara berkomunikasi.
Tribun Jambi: Apakah artinya pendidikan seorang ibu perlu diperhatikan? Apakah ayah perlu ikut andil?
Irawati Sukandar: Jadi untuk calon seorang ibu, maupun ayah, itu sangat penting dalam pembelajaran pra nikah.
Sehingga bisa dilakukan di mana saja. Karena kita ada kelas parenting dari Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Kemudian ada pusat pembelajaran keluarga di DPMPPA Kota Jambi. Selain itu di tim penggerak PKK itu ada kelompok dasa wisma.
Kelompok dasawisma bisa memberikan penyuluhan atau pembelajaran tentang ketahanan keluarga.
Jadi, sebenarnya kalau mau aktif mempersiapkan diri dalam menghadapi pernikahan yang baik kedepannya, pasangan perlu membekali diri dengan baik.
Tribun Jambi: Apakah seorang yang belum menikah perlu belajar dari orang tua melalui cara sharing?
Irawati Sukandar: Perlu, jadi sebagai orang tua yang tentunya memiliki banyak pengalaman, perlu berbagi pengetahuan kepada anaknya. Hal itu dapat membantu ia mempersiapkan diri, dan bahan koreksinya untuk menikah kelak.
Tribun Jambi: Bagaimana antusiasme anak muda dalam mempersiapkan belajar pranikah?
Irawati Sukandar: DPMPPA Kota Jambi punya pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) ada beberapa yang datang untuk pelayanan konsultasi.
Kemudian, kita punya organisasi forum anak daerah Angso Duo Kota Jambi. Mereka belajar di cakupan sekolah-sekolah sejak SMP untuk perlindungan.
Selain itu juga bagaimana anak muda dapat memberikan laporan, jika ditemukan suatu kekerasan terhadap rumah tangga atau KDRT, lalu juga kekerasan terhadap anak.
Di situ kita memiliki 80 anggota di DPMPPA Kota Jambi.