Wawancara Eksklusif Hari Ibu

WAWANCARA EKSKLUSIF Kepala DPMPPA Kota Jambi, Hari Ibu: Pembelajaran Pranikah Diperlukan (2)

Selain peran besar calon ibu, peran calon ayah juga sangat diperlukan untuk membantu keluarga harmonis.

Tribunjambi/musa
Irawati Sukandar Kepala Dinas PMPPA menjelaskan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Jambi, Senin (7/9/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari Ibu sangat bermakna bagi banyak orang. Pembelajaran pra nikah diperlukan untuk tujuan tekan angka kekerasan keluarga.

Selain peran besar calon ibu, peran calon ayah juga sangat diperlukan untuk membantu keluarga harmonis.

Tribunjambi.com berhasil mewawancarai Irawati Sukandar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Kepala DPMPPA Kota Jambi, Hari Ibu Bermakna Dalam Peran Ibu di Keluarga (1)

Berikut yang dapat kami ulas bersama Irawati Sukandar:

Tribun Jambi: Apa fokus DPMPPA saat ini yang menjadi isu terbesar, baik DPMPPA Kota Jambi maupun mencakup secara nasional juga?

Irawati Sukandar: Kita di Indonesia, pada saat ini yang difokuskan ke depan, yaitu pendewasaan usia perkawinan.

Baca juga: Budi Setyawan Terpilih Jadi Ketua KONI Provinsi Jambi, Menang 6 Suara Atas Indra Armendaris

Jadi jangan sampai anak-anak remaja, baik itu perempuan maupun laki-laki menikah pada usia di bawah 18 tahun.

Untuk pendewasaan perkawinan ini sangat penting. Karena, bahwa seseorang di atas 18 tahun itu sudah dianggap cukup dewasa.

Cukup dewasa dalam artian untuk dapat menghadapi permasalahan, terutama jika berkeluarga.

Baca juga: Mahasiswa Unja Ajari Masyarakat Muara Sabak Barat Olah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik Cair

Apalagi perempuan suatu saat harus mengandung dan melahirkan. Ada resiko perempuan menikah yang belum dewasa, di bawah 18 tahun.

Resikonya, yaitu belum berkembangnya secara sempurna, untuk organ-organ reproduksinya.

Jadi kemungkinan terjadi kematian saat melahirkan, keguguran atau sampai anak lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu di bawah 2500 gram.

Kemudian usia demikian, seorang ibu maupun bapak yang menjaga anaknya secara parenting itu belum dewasa.

Sehingga anak-anak itu tumbuh kembangnya agak sulit.

Tribun Jambi: Tips agar para calon ibu dan calon bapak untuk dapat mempersiapkan kematangan diri lebih awal?

Irawati Sukandar: Kita bekerjasama dengan Kementrian Agama Kota Jambi, di mana ada calon-calon pengantin dilakukan sedikit pembelajaran, atau penyuluhan pra nikah.

Di situ, sektor-sektor terkait, turut serta memberikan pelatihan kepada calon-calon pengantin. Salah satunya dari DPMPPA.

Kalau DPMPPA ke arah bagaimana menghadapi kualitas keluarga yang dihubungkan dengan cita-cita mereka tentunya untuk menikah satu kali seumur hidup.

Selain itu juga untuk bagaimana memiliki anak yang benar-benar berkualitas. Jadi kita memberikan bekal kepada keduanya, bagaimana cara berkomunikasi.

Tribun Jambi: Apakah artinya pendidikan seorang ibu perlu diperhatikan? Apakah ayah perlu ikut andil?

Irawati Sukandar: Jadi untuk calon seorang ibu, maupun ayah, itu sangat penting dalam pembelajaran pra nikah.

Sehingga bisa dilakukan di mana saja. Karena kita ada kelas parenting dari Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Kemudian ada pusat pembelajaran keluarga di DPMPPA Kota Jambi. Selain itu di tim penggerak PKK itu ada kelompok dasa wisma.

Kelompok dasawisma bisa memberikan penyuluhan atau pembelajaran tentang ketahanan keluarga.

Jadi, sebenarnya kalau mau aktif mempersiapkan diri dalam menghadapi pernikahan yang baik kedepannya, pasangan perlu membekali diri dengan baik.

Tribun Jambi: Apakah seorang yang belum menikah perlu belajar dari orang tua melalui cara sharing?

Irawati Sukandar: Perlu, jadi sebagai orang tua yang tentunya memiliki banyak pengalaman, perlu berbagi pengetahuan kepada anaknya. Hal itu dapat membantu ia mempersiapkan diri, dan bahan koreksinya untuk menikah kelak.

Tribun Jambi: Bagaimana antusiasme anak muda dalam mempersiapkan belajar pranikah?

Irawati Sukandar: DPMPPA Kota Jambi punya pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) ada beberapa yang datang untuk pelayanan konsultasi.

Kemudian, kita punya organisasi forum anak daerah Angso Duo Kota Jambi. Mereka belajar di cakupan sekolah-sekolah sejak SMP untuk perlindungan.

Selain itu juga bagaimana anak muda dapat memberikan laporan, jika ditemukan suatu kekerasan terhadap rumah tangga atau KDRT, lalu juga kekerasan terhadap anak.

Di situ kita memiliki 80 anggota di DPMPPA Kota Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved