Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Mahasiswa Unja Ajari Masyarakat Muara Sabak Barat Olah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik Cair

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan beberapa kelompok masyarakat di antaranya Karang Taruna, Kelompok Tani, dan Kelompok Perikanan.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Mahasiswa Unja Ajari Masyarakat Muara Sabak Barat Olah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik Cair 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Limbah pengolahan tahu yang selama ini terabaikan di tangan mahasiswa dan masyarakat, berhasil mengubah limbah tersebut menjadi pupuk cair.

Mahasiswa tersebut merupakan kumpulan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi (Unja) bekerjasama dengan kelompok masyarakat di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtim, mengolah limbah tahu menjadi pupuk organik cair dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang didanai oleh PNBP Unja tahun anggaran 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan beberapa kelompok masyarakat di antaranya Karang Taruna, Kelompok Tani, dan Kelompok Perikanan.

Baca juga: Penunjukan Irjen Petrus Golose Sebagai Kepala BNN, Tutup Peluang Bintang 2 Ikut Bursa Calon Kapolri

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim PHP2D Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi, masyarakat di wilayah Kelurahan Parit Culum I belum melakukan pengolahan terhadap limbah tersebut.

Hasil yang diperoleh di lapangan inilah yang menjadi dasar mahasiswa FST UNJA dalam pelaksanan program pembinaan dan pemberdayaan pada masyarakat ini. Ketua tim pelaksana, Mutia mengungkapkan bahwa kelimpahan limbah ini dapat memunculkan ide.

"Dari limbah tahu yang awalnya hanya akan menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu lingkungan sekitar sekarang dapat kita manfaatkan menjadi pupuk organik, yang insya Allah dapat bermanfaat untuk pertanian masyarakat," katanya.

Baca juga: PETI di Bungo Memakan Korban Jiwa, Warga Jujuhan Tewas Tertimbun Longsor Setinggi 8 Meter

Selain untuk lahan pertanian berskala sedang, pupuk ini kita distribusikan ke masyarakat yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman skala kecil.

Limbah tahu berasal dari buangan atau sisa pengolahan kedelai menjadi tahu. Sisa pengolahan tahu tersebut tidak dapat dikonsumsi dan dibuang.

Limbah tahu juga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, terutama limbah tahu yang berbentuk cair. Selain limbah yang berbentuk cair pengolahan limbah tahu juga dilakukan pada limbah tahu yang berbentuk padat.

Baca juga: Sandiaga Uno Kaget Dapat Tugas Ini dari Presiden Jokowi, Sampai Curhat Ini Sangat Berat Ada Apa?

Limbah padat ini berasal dari kacang kedelai yang telah diambil sarinya. Selain sebagai jawaban dari permasalahan lingkungan yang ada, pemanfaatan ini juga dapat menumbuhkan semangat masyarakat terutama para petani untuk berinovasi mengembangkan pemanfaatan limbah tahu ini menjadi pupuk cair, tim PHP2D juga memberikan edukasi bahwa pupuk kimia itu dapat merusak tanah.

Tim PHP2D Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi memberikan sosialisasi kepada beberapa kelompok masyarakat tentang cara pengolahan limbah tahu ini menjadi pupuk organik dan pembuatan pakan ikan lele konvensional.

Pada kegiatan ini, tim PHP2D membuat reaktor pupuk cair sederhana dengan kapasitas produksi pupuk cair mencapai 8 set dengan jumlah 200 Liter/setnya setiap dua minggu.

Kegiatan PHP2D yang telah dilaksanakan pada bulan September hingga November 2020 ini dapat memotivasi masyarakat di kelurahan Parit Culum I Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, untuk dapat memanfaatkan limbah tahu menjadi pupuk organik dan dapat mengurangi menggunakan pupuk kimia.

Jika pupuk kimia digunakan secara terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi keras, penurunan daya ikat oksigen dan kesuburannya. Kegiatan yang berlangsung dari tim PHP2D juga bekerja sama dengan beberapa dinas terkait.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved