Breaking News:

Berita Kota Jambi

VIDEO Kabar Gembira, Anak SAD yang Dapat Pendidikan Nonformal akan Terdaftar di Dapodik

Lembaga yang paling tersohor yang berkutat memberikan pendidikan baca tulis dan hitung bagi orang rimba

Rifani halim
Disdik Sarolangun dan pendidikan untuk SAD 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Beberapa lembaga baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintah kian berlomba-lomba untuk memberikan kelayakan pendidikan bagi masyarakat adat suku anak dalam di kabupaten Sarolangun.

Lembaga yang paling tersohor yang berkutat memberikan pendidikan baca tulis dan hitung bagi orang rimba di Jambi yakni adalah KKI Warsi.

Namun tak dapat dipungkiri kini Pemda Sarolangun, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, PT sal, juga telah juga ikut ambil posisi mencerdaskan anak-anak komunitas adat orang rimba di Sarolangun, terkhusus di Kecamatan Air Hitam.

Tentulah tak seimbang jikalau tujuan mulia dari lembaga pendidikan negara seperti dinas pendidikan Kabupaten Sarolangun tak bersinergi dengan beberapa lembaga yang juga lebih dahulu memberikan pendidikan bagi masyarakat rimba yang hidup dengan gaya nomaden di Sarolangun.

Beberapa lembaga yang ikut mengajar untuk mencerdaskan orang rimba di Sarolangun, kecamatan Air Hitam lumayan banyak, yakni Warsi, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, PT sal, dan beberapa sekolah terdekat dikawasan taman nasional bukit 12, kini telah berkolaborasi.

Ade Chandra, kordinator program WARSI menyatakan, ternyata masing-masing lembaga memiliki program-program pendidikan untuk orang rimba, semua tujuannya untuk memberikan pengetahuan kepada orang rimba.

Baca juga: MENCUAT Nama Calon Kapolri Baru, 1 dari 2 Nama Komjen Senior dan Junior Bakal Dipilih Jokowi

Baca juga: Dikabarkan Atta Halilintar dan Aurel Putus, Ashanty : Dia (Aurel) Belakangan Lebih Banyak Diam

Baca juga: Begini Cara Agar Teddy dapat Jatah Warisan Lina, Pengacara : Hitung Dulu, Dibundel, Baru Dibagi Dua

"Dinas pendidikan selaku yang bertanggung jawab dan memberikan pendidikan kepada masyarakat, mencoba untuk mengkoordinasikan lembaga  yang punya perhatian pada masyarakat rimba yang memberikan pendidikan non formal," kata Ade Chandra, setelah melakukan rapat kolaborasi dengan dinas pendidikan kabupaten Sarolangun, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, PT SAL dan beberapa sekolah di dekat kawasan taman nasional bukit Duabelas, selasa (22/12/2020).

Sinergi dan kolaborasi para pihak dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi komunitas adat orang rimba, berlangsung di aula dinas pendidikan kabupaten Sarolangun.

Hal itu tentunya menjadi titik temu agar agar lembaga baik pemerintah maupun swasta tidak menonjolkan lembaga masing-masing.

"Dengan dikoordinasikan oleh pihak dinas pendidikan tersebut, sehingga mempunyai modul yang sama, punya cara yang sama."

Halaman
123
Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved