Breaking News:

Pesan Natal 2020 Paus Fransiskus, Hentikan 'Gosip' yang Picu Konflik

Paus Fransiskus mendesak birokrat Vatikan menghentikan obrolan negatif seperti gosip yang dapat mengubah krisis menjadi konflik.

Istimewa
Paus Fransiskus menandatangani Berkat Damai untuk Bangsa Indonesia yang disodorkan AM Putut Prabantoro dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu (16/10/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Paus Fransiskus mendesak birokrat Vatikan menghentikan obrolan negatif seperti gosip yang dapat mengubah krisis menjadi konflik.

Hal itu disampaikan secara tegas dalam pesan kasih Natal di Takhta Suci Aula Clementine, Istana Apostolik, melansir Daily Mail pada Senin (21/12/2020).

Paus menekankan bahwa obrolan kosong seperti itu, bisa menjebak manusia dalam keadaan tidak menyenangkan, sedih, dan mencekik karena mementingkan diri sendiri.

Peringatan datang setelah Paus ke-266 Gereja Katolik Roma itu mengumpulkan para kardinal, uskup, dan wali gereja Vatikan untuk menyampaikan ucapan selamat Natal tahunannya.
Pertemuan tersebut juga menandai akhir tahun yang diwarnai dengan pandemi virus corona dan skandal keuangan di Vatikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Paus Fransiskus menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan tindakan brutal terhadap pengadilan pimpinan gereja yang menyelimuti kepausan.

Ia juga pernah menyoroti masalah lunturnya keyakinan iman beberapa rohaniawan gereja, atau yang sering disebut "Alzheimer spiritual".

Tahun ini, Francis mengatakan konflik di gereja antara pemikiran “kiri dan kanan” atau progresif dan tradisionalis, hanya merugikan gereja dan merusak sifat aslinya.

"Untuk alasan ini, akan lebih baik bagi kita untuk berhenti hidup dalam konflik, dan sekali lagi merasa bahwa kita melakukan perjalanan bersama," kata Pimpinan Gereja Katolik Roma yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio itu.

Menurutnya, krisis tidak sama dengan konflik. Krisis di gereja akan menawarkan kesempatan untuk pembaruan, tetapi konflik hanya buang-buang energi dan membuka kesempatan untuk kejahatan.

“Kejahatan pertama yang membawa kita ke konflik, dan yang harus kita coba hindari, adalah gosip. Obrolan kosong, yang menjebak kita dalam keadaan mementingkan diri, yang tidak menyenangkan, menyedihkan, dan mencekik,” ujarnya dalam pidato dari Takhta Suci hari itu.

"Itu mengubah krisis menjadi konflik," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved