Korea Utara Mengerikan, Pasien Covid-19 Dibiarkan Mati Kelaparan, Terbongkar Ini Tujuan Kim Jong Un

Korea Utara dalam situasi tertekan akibat kasus Covid-19 yang tak kunjung mereda. Bahkan ada isu pasien Covid-19 dibiarkan mati kelaparan.

Editor: Teguh Suprayitno
AFP/KCNA VIA KNS/STR
Kim Jong Un--Kabar pasien covid-19 di Korea Utara dibiarkan mati kelaparan mencuat. 

Selain itu, keluarga korban juga datang dengan bantuan terkait kesehatan apa pun yang bisa mereka kumpulkan,

apakah itu membeli obat yang dijual di pasar Jangmadang, atau bahkan pengobatan rumahan herbal dikumpulkan dari lereng gunung.

Kondisi Virus Corona di Korea Utara

Sumber Tim Peters menunjukkan banyak di kamp-kamp ini telah meninggal, tidak hanya karena pandemi tetapi juga karena kelaparan dan penyebab terkait.

Peters, yang LSM-nya mengirimkan pasokan medis dan lainnya ke Korea Utara, menggambarkan situasi Covid-19 di negara itu sebagai 'sangat serius'.

Dia mengatakan pengabaian yang dilaporkan itu cocok dengan informasi yang muncul dari orang-orang

yang selamat dari kamp penjara Korea Utara di mana para narapidana diberikan 'makanan dalam jumlah yang sangat minimum'.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un panik mengatasi dampak virus corona membuat nilai tukar won merosot drastis.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kim Jong Un Klaim Tak Ada Kasus Covid-19, Panik Perekonomian Turun Hingga Eksekusi Penukar Uang, https://wartakota.tribunnews.com/2020/11/28/kim-jong-un-klaim-tak-ada-kasus-covid-19-panik-perekonomian-turun-hingga-eksekusi-penukar-uang?page=all.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un panik mengatasi dampak virus corona membuat nilai tukar won merosot drastis. Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kim Jong Un Klaim Tak Ada Kasus Covid-19, Panik Perekonomian Turun Hingga Eksekusi Penukar Uang, https://wartakota.tribunnews.com/2020/11/28/kim-jong-un-klaim-tak-ada-kasus-covid-19-panik-perekonomian-turun-hingga-eksekusi-penukar-uang?page=all. Editor: Dian Anditya Mutiara (KCNA)

Pengungsi yang melarikan diri dari Korea Utara tetapi tetap berhubungan dengan kerabat

yang masih berada di negara itu telah melaporkan kasus orang dengan gejala 'dipaksa diisolasi.

Mereka juga ada yang ditampung di rumah mereka tanpa makanan atau dukungan lain dan dibiarkan mati', menurut pendeta, David Lee.

Lee, yang bekerja dengan pembelot Korea Utara di Seoul, mengatakan virus corona disebut 'penyakit hantu'

oleh warga Korea Utara dan tidak ada 'alat pengujian yang tepat' untuk melacak atau menghentikan penyebaran virus.

Aktivis hak asasi manusia lain yang berbasis di Korea Selatan, berbicara tanpa menyebut nama,

mengatakan kepada The South China Morning Post bahwa pihak berwenang telah membakar banyak jenazah.

Itu terjadi setelah dugaan kasus virus korona yang melibatkan pedagang lintas batas.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved