Pembangunan Turap Berbiaya Mahal, Relokasi Warga Desa Kelurahan Simpang Jadi Opsi
Ancaman abrasi di Desa Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjabtim belum menemukan solusi.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
"Sebenarnya abrasi tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu, kita bersama pemerintah setempat dan polsek sudah turun mengecek. Ada sekitar 20 meter tanah yang amblas (abrasi) dengan kedalaman 6-7 meter dan kita juga sudah laporkan ke PU Kabupaten," ujarnya.
Terkait usulan tersebut yang sulit untuk terkabul, dirinya akan terus berupaya bagaimana agar wilayah di salah satu desanya tersebut dapat terselamatkan dari abrasi.
"Jika memang sulit untuk dikabulkan karena terkendala aturan dan keadaan geografis alami, mungkin masih ada alternatif lain sehingga penurapan dapat dilakukan," ujarnya.
Lanjutnya, terkait relokasi warga yang terancam abrasi kemungkinan besar hal tersebut sulit untuk dapat dilakukan mengingat sebagian warga tersebut sudah merasa nyaman dan lama tinggal di kawasan tersebut.
"Sejauh ini terkait relokasi memang belum ada pembahasan atau koordinasi lebih lanjut bersama pihak terkait," sebutnya.
Dikatakannya pula, keinginan warga sendiri paling tidak untuk mencegah adanya abrasi susulan dapat dilakukan pemasangan turap, terutama bagi warga yang berada di RT 03 Rw 01, terdapat beberapa titik yang terbilang mengancam rumah warga abrasi meski untuk jarak masih terbilang jauh.
"Kita akan coba upayakan dari beberapa cara, mungkin salah satunya dengan bantuan penyambung lidah anggota dewan juga," pungkasnya.