Varian Baru Virus Corona Muncul dan Menyebar Lebih Cepat, Serang Negara-negara Eropa
Temuan varian baru virus corona membuat negara-negara Eropa khawatir. Inggris telah mengakui adanya mutasi virus corona di wilayahnya.
Akibatnya, Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown ketat saat Natal di London dan Inggris tenggara.
Hancock juga memperingatkan, aturan-aturan ketat bisa tetap berlaku sampai vaksin Covid-19 disuntikkan sepenuhnya.
"Kami bertindak sangat cepat dan tegas," kata Hancock kepada Sky News, seraya membenarkan adanya perintah "di rumah aja" dan penutupan toko-toko non-esensial.
Aturan ini akan berdampak ke sekitar sepertiga populasi "Negeri Ratu Elizabeth".
Baca juga: Daftar Jenis Makanan Perlu Diwaspadai Agar Kolesterol Tetap Terkontrol, Makanan Cepat Saji Ngeri
"Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kita harus mengendalikannya," ucap Hancock.
Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan, orang-orang garus membatalkan rencana Natal dan tetap di rumah karena jenus baru virus corona ini menyebar jauh lebih cepat.
Kepada Sky News Hancock berkata, situasinya sangat serius.
"Akan sangat sulit mengendalikannya sampai kami mendapat vaksinnya. Inilah yang kita hadapi selama beberapa bulan mendatang."
Dilansir dari AFP, para ilmuwan pertama kali mendeteksi varian baru virus corona ini pada pasien bulan September.
Susan Hopkins dari Public Health England menerangkan kepada Sky News, pihaknya sudah menginfokan ke pemerintah pada Jumat (18/12/2020), ketika pemodelan mengungkap jenis baru virus corona tersebut.
Dia mengonfirmasi angka yang diberikan oleh Johnson, bahwa strain virus baru ini bisa 70 persen lebih mudah menular, tapi ini baru perkiraan awal.
"Saya rasa 70 persen angka yang sesuai saat ini," katanya.
Baca juga: Deretan Rekomendasi Televisi 4k untuk Playstation 5 di Indonesia, Pre-order Mulai 18 Desember 2020
Dikompilasi dari artikel Kompas.com "Menkes Inggris: Varian Baru Virus Corona Tak Terkendali" dan
"5 Negara yang Telah dan Akan Larang Penerbangan dari Inggris karena Varian Baru Corona"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-update-kasus-virus-corona.jpg)