Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Varian Baru Virus Corona Muncul dan Menyebar Lebih Cepat, Serang Negara-negara Eropa

Temuan varian baru virus corona membuat negara-negara Eropa khawatir. Inggris telah mengakui adanya mutasi virus corona di wilayahnya.

Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Hendro Herlambang
Ilustrasi update kasus virus corona. 

TRIBUNJAMBI.COM - Temuan varian baru virus corona membuat negara-negara Eropa khawatir.

Inggris telah mengakui adanya mutasi virus corona di wilayahnya.

Varian baru tersebut bahkan disebut menyebar lebih cepat.

Lockdown dilakukan di akhir tahun saat liburan Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Jebakan Maut Polwan Nginap di Hotel Sama dengan Bos Penjahat, Kisah Bripka Yosia Menyamar

Melansir Kompas.com, Sabtu (19/12/2020), Kepala Tenaga Medis Inggris Chris Witty mengatakan pemerintah telah melaporkan temuan varian baru virus corona ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, terkait dengan temuan varian baru virus corona ini, sejumlah negara pun mengambil upaya pencegahan dengan melarang penerbangan masuk dari Inggris.

Mana saja negara yang telah dan masih mempertimbangkan melarang penerbangan dari Inggris?

1. Belanda

Belanda melarang penerbangan dari Inggris mulai 20 Desember 2020 sejak pukul 06.00 pagi hingga 1 Januari 2021.

Warga juga diminta tidak bepergian ke luar negeri, kecuali mendesak.

Keputusan tersebut diambil beberapa jam setelah Inggris mengumumkan perintah tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus baru.

“Menunggu informasi lebih lanjut dan penjelasan tentang situasi epidemiologi di Inggris, (lembaga kesehatan masyarakat) merekomendasikan pembatasan masuknya jenis virus ini dari Inggris dengan membatasi atau mengontrol pergerakan penumpang," tulis pernyataan Pemerintah Belanda dalam situsnya dikutip dari Independent.

Mengutip dari Euro News, pada awal Desember 2020, pengambilan sampel di Belanda telah mengungkapkan temuan virus corona dengan varian serupa di Inggris.

Saat ini para ahli telah melacak kasus yang berpotensi terkait.

Baca juga: Spoiler Manga One Piece Chapter 1000, Bakal Terjadi Hal yang Diluar Dugaan? Kejutan Besar Oda Sensei

2. Belgia

Belgia juga mengumumkan pelarangan semua penerbangan dan kereta api dari Inggris. Larangan tersebut berlaku mulai Minggu (20/12/2020) tengah malam dan akan diberlakukan setidaknya selama 24 jam.

"Kita akan lihat nanti apakah kita memerlukan tindakan tambahan," ujar Perdana Menteri Alexander De Croo dikutip dari BBC.

3. Jerman

Jerman masih mempertimbangkan untuk melarang penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan. Pertimbangan ini muncul usai melihat yang dilakukan Belanda.

"Pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan langkah serupa sebagai opsi serius melarang penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Jerman kepada AFP.

Ia menyebut saat ini Jerman tengah memantau dengan cermat perkembangan varian baru virus corona. Jerman telah berkomunikasi dengan Uni di Eropa terkait hal itu.

Ahli virologi di Rumah Sakit Charite Berlin, Christian Drosten, dalam twitnya mengungkapkan di Jerman belum terdeteksi adanya jenis virus baru virus corona seperti di Inggris.

4. Italia

Italia, saat ini juga berencana menangguhkan penerbangan dari Inggris.

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan di halaman Facebooknya bahwa pemerintah akan menandatangani tindakan guna menangguhkan penerbangan dari Inggris.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Hari Ini 21 Desember 2020, Andin Takut Tidak Bisa Ketemu Reyna Kembali

5. Perancis

Perancis juga tengah mempertimbangkan penangguhan penerbangan dan kereta api dari Inggris.

Saluran Berita Perancis, BFMTV, memberitakan keputusan akan diumumkan Minggu siang. Pemerintah Perancis kini sedang berkoordinasi dengan Uni Eropa.

Tak Terkendali

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Minggu (20/12/2020) mengatakan, varian baru virus corona tak terkendali.

Akibatnya, Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown ketat saat Natal di London dan Inggris tenggara.

Hancock juga memperingatkan, aturan-aturan ketat bisa tetap berlaku sampai vaksin Covid-19 disuntikkan sepenuhnya.

"Kami bertindak sangat cepat dan tegas," kata Hancock kepada Sky News, seraya membenarkan adanya perintah "di rumah aja" dan penutupan toko-toko non-esensial.

Aturan ini akan berdampak ke sekitar sepertiga populasi "Negeri Ratu Elizabeth".

Baca juga: Daftar Jenis Makanan Perlu Diwaspadai Agar Kolesterol Tetap Terkontrol, Makanan Cepat Saji Ngeri

"Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kita harus mengendalikannya," ucap Hancock.

Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan, orang-orang garus membatalkan rencana Natal dan tetap di rumah karena jenus baru virus corona ini menyebar jauh lebih cepat.

Kepada Sky News Hancock berkata, situasinya sangat serius.

"Akan sangat sulit mengendalikannya sampai kami mendapat vaksinnya. Inilah yang kita hadapi selama beberapa bulan mendatang."

Dilansir dari AFP, para ilmuwan pertama kali mendeteksi varian baru virus corona ini pada pasien bulan September.

Susan Hopkins dari Public Health England menerangkan kepada Sky News, pihaknya sudah menginfokan ke pemerintah pada Jumat (18/12/2020), ketika pemodelan mengungkap jenis baru virus corona tersebut.

Dia mengonfirmasi angka yang diberikan oleh Johnson, bahwa strain virus baru ini bisa 70 persen lebih mudah menular, tapi ini baru perkiraan awal.

"Saya rasa 70 persen angka yang sesuai saat ini," katanya.

Baca juga: Deretan Rekomendasi Televisi 4k untuk Playstation 5 di Indonesia, Pre-order Mulai 18 Desember 2020

Dikompilasi dari artikel Kompas.com "Menkes Inggris: Varian Baru Virus Corona Tak Terkendali" dan

"5 Negara yang Telah dan Akan Larang Penerbangan dari Inggris karena Varian Baru Corona"

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved