Breaking News:

Musibah Banjir

Sawah Tak Terlalu Lama Terendam, Tak Ada Padi yang Gagal yang di Batanghari

Banjir yang terjadi awal Desember 2020, mengakibatkan puluhan hektare lahan sawah padi milik petani di Kabupaten Batanghari terendam.

tribunjambi/musa wira
Penampakan lahan padi sawah di Batanghari selepas terendam banjir. Puluhan hektare dawah di Batanghari terendam banjir, beruntung tak ada tanaman padi yang gagal. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Banjir yang terjadi awal Desember 2020, mengakibatkan puluhan hektare lahan sawah padi milik petani di Kabupaten Batanghari terendam.

Data yang dihimpun dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Batanghari, di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir dan Kecamatan Batin XXIV tanaman padi sawah yang terendam banjir.

“Kecamatan Maro Sebo Ulu di Desa Teluk Lebah dan Desa Rengas IX ada 160 hektare pertanaman, yang terkena banjir seluas 53 hektare,” kata Mara Muliya Pane, Kepala Dinas TPH Batanghari, Minggu (20/12).

“Kecamatan Maro Sebo Ilir di Desa Danau Embat ada 85 hektare, yang terkena hanya 35 hektare dan Kecamatan Batin XXIV di Desa Karmeo terkena 2 hektare,” sambungnya.

Mara Muliya Pane menyatakan, dari tiga kecamatan tersebut total secara keseluruhan seluas 90 hektare lahan padi sawah terendam di Kabupaten Batanghari.

Ia menjelaskan, komoditi padi sawah tersebut tidak begitu terdampak dalam musim tanam pada akhir tahun ini.

“Karena debit air yang masuk tidak terlalu lama terendam di lahan padi sawah milik petani,” ujarnya.

Hingga saat, ini pihaknya melalui petugas pemantau dan tim di lapangan telah menilai tak ada tanaman padi yang gagal, melainkan hanya terkena banjir.

“Areal sawah yang terendam banjir itu usia tanaman padinya beragam 40-50 hari, namun ada juga hanya lahan sawah saja yang terkena,” pungkasnya.

Penulis: A Musawira
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved