Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Begini Bahaya Virus Corona Baru di Inggris hingga SBY Peringatkan Jokowi Soal Penyebarannya

Begini Bahaya Virus Corona Baru di Inggris hingga SBY Peringatkan Jokowi Soal Penyebarannya

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Seorang perawat menyuntikkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) di sebuah klinik di Moskow, Rusia pada 5 Desember 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memberikan peringatan Jokowi akan munculnya varian baru Virus Corona di Inggris.

 SBY menjelaskan jika varian baru Covid-19 ini lebih mudah dan lebih cepat menyebar.

SBY mengingatkan dunia pernah mengalami pandemi Flu Spanyol yang menurutnya menyebabkan 50 juta lebih orang meninggal dunia.

Karena itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini berharap pemerintah melakukan langkah yang cepat dan tepat agar Indonesia terhindar dari varian baru Covid-19.

"Saya berharap pemerintah lakukan langkah yg cepat & tepat utk selamatkan kita dari Covid-19 baru ini. *SBY*," tulisnya.

Dikutip dari Kompas.com, Inggris mengumumkan adanya virus Corona varian baru.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, pada Senin (14/12/2020), menyampaikan para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis baru virus corona di Inggris selatan, yang bisa menyebar lebih cepat.

Adanya temuan itu menyebabkan Inggris mengeluarkan pembatasan baru perjalanan untuk London dan Inggris. 

"Sebagai dampak dari penyebaran cepat varian baru, data pemodelan awal dan tingkat insiden yang meningkat pesat di Tenggara, (badan ahli yang memberi masukan ke pemerintah) sekarang mempertimbangkan varian baru ini dapat menyebar lebih cepat," kata Perdana Menteri, Boris Johnson, dikutip dari AFP.

Boris mengaku telah memberitahu temuan baru itu ke WHO. 

"Kami sudah memberitahu Badan Kesehatan Dunia," katanya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti varian baru virus corona ini menyebabkan tingkat kematian lebih tinggi.

(Tribunnews.com/Daryono/Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul SBY Peringatkan Jokowi Terkait Varian Baru Virus Corona di Inggris: Lakukan Langkah yang Tepat, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/12/21/sby-peringatkan-jokowi-terkait-varian-baru-virus-corona-di-inggris-lakukan-langkah-yang-tepat

Heboh, Muncul Mutasi Baru Virus Corona di Inggris, Menyebar Jauh Lebih Cepat dan Tak Terkendali

Belum selesai masyarakat berjuang melawan virus corona atau Covid-19, kini muncul jenis baru virus corona yang ditemukan di Inggris.

Negara Inggris mengakui adanya mutasi varian baru dari virus corona.

Kepala Tenaga Medis Inggris Chris Witty mengatakan pemerintah Inggris telah melaporkan jenis baru virus corona tersebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tentu saja berita ini kembali membuat warga dunia panik. Bahkan sejumlah negara melarang penerbangan dari Inggris.

Baca juga: REKOR BARU Angka Kematian Tertinggi Sejak Pandemi di Indonesia, Sehari 221 Pasien Corona Meninggal 

Baca juga: Pesawat Lion Air dari Batam Tergelincir di Bandara Radin Inten II Lampung, Seluruh Penumpang Selamat

Baca juga: Asrama Mako Brimob Kelapa Dua Terbakar, Water Canon Dikerahkan Padamkan Api, 16 KK Terdampak

Antara lain Belanda, Belgia, Jerman, Italia, dan Perancis. Bahkan ada negara yang juga melarang kedatangan dari Inggris melalui jalur darat.

Inggris juga melakukan pencegahan sedini mungkin untuk menghindari penyebaran mutasi virus Corona ini.

Lantas, seperti apa jenis baru virus Corona ini?

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Minggu (20/12/2020) mengatakan, varian baru virus corona tak terkendali.

Akibatnya, Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown ketat saat Natal di London dan Inggris tenggara.

Hancock juga memperingatkan, aturan-aturan ketat bisa tetap berlaku sampai vaksin Covid-19 disuntikkan sepenuhnya.

"Kami bertindak sangat cepat dan tegas," kata Hancock kepada Sky News, seraya membenarkan adanya perintah "di rumah aja" dan penutupan toko-toko non-esensial.

Ilustrasi Covid-19 atau virus corona
Ilustrasi Covid-19 atau virus corona (Freepik)

Aturan ini akan berdampak ke sekitar sepertiga populasi "Negeri Ratu Elizabeth".

"Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kita harus mengendalikannya," ucap Hancock.

Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan, orang-orang garus membatalkan rencana Natal dan tetap di rumah karena jenus baru virus corona ini menyebar jauh lebih cepat.

Kepada Sky News Hancock berkata, situasinya sangat serius.

"Akan sangat sulit mengendalikannya sampai kami mendapat vaksinnya. Inilah yang kita hadapi selama beberapa bulan mendatang."

Baca juga: Pengurus DPP PPP Dilarang Menjadi Caleg Pemilu 2024,  Suharso Targetkan Raih 11 Juta Lebih Suara

Baca juga: Rizky Billar Keceplosan Sebut Jadwal Nikah dengan Lesti Kejora, Gilang Dirga: Sudah Pesan Katering!

Baca juga: Kisah Penangkapan Makhluk Misterius Penghisap Darah di Kuningan, Polisi Kerahkan Pasukan Bersenjata

Dilansir dari AFP, para ilmuwan pertama kali mendeteksi varian baru virus corona ini pada pasien bulan September.

Susan Hopkins dari Public Health England menerangkan kepada Sky News, pihaknya sudah menginfokan ke pemerintah pada Jumat (18/12/2020), ketika pemodelan mengungkap jenis baru virus corona tersebut.

Dia mengonfirmasi angka yang diberikan oleh Johnson, bahwa strain virus baru ini bisa 70 persen lebih mudah menular, tapi ini baru perkiraan awal.

"Saya rasa 70 persen angka yang sesuai saat ini," katanya.

Di Indonesia, Pengendalian Transmisi Lokal Terhadap Covid-19 Disebut Lemah

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono menilai, dampak Covid-19 membuat penurunan kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Menurutnya, penurunan wisatawan mancanegara ini karena ada rasa takut terhadap lemahnya pengendalian transmisi lokal di luar area poses penerbangan.

"Dari pengamatan data lapangan kami, kegiataan kerumunan pada simpul-simpul ekonomi lokal dari bandara tujuan menuju akhir perjalanan atau dari asal menuju perjalanan belum bisa dikendalikan," ucap Agus dalam diskusi onlin Forwabuh, Sabtu (18/12/2020).

Selain itu Agus juga mengungkapkan, dari hasil riset Balitbang Kementerian Perhubungan ada beberapa fakta dan referensi ilmiah terkait keinginan publik untuk melakukan perjalanan dengan pesawat udara.

"Salah satunya adalah, dari hasil survei sebagian besar publik tidak mau membayar kursi yang dikosongkan untuk physical distancing. Tetapi ada juga yang setuju membayar tetapi tidak lebih dari harga normal," kata Agus.

Baca juga: Kasus Kerumunan Petamburan yang Seret Rizieq Shihab Diambil Alih Bareskrim, Kasus Lainnya?

Baca juga: Senyum BCL Singgung Soal Pernikahan Usai Ditinggal Ashraf Sinclair, Maia Estianty Langsung Kaget!

Baca juga: Cek Nama Pensiunan PNS dan Ahli Waris Penerima Dana Taperum di Tapera.go.id, Cair Januari 2021

Kemudian lanjut Agus, dalam survei juga menyebutkan bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan dalam urusan bisnis dan keluarga akan tetap terbang dengan pesawat.

"Selanjutnya, dari hasil survei juga menemukan bahwa saat ini publik yang ingin melakukan perjalanan menggunakan angkutan udara masih menunggu vaksin," ujar Agus.

Ia juga mengatakan, tentunya masyarakat masih terbilang khawatir untuk melakukan perjalanan.

Maka dari itu, penting sekali meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan angkutan udara dengan protokol kesehatan yang ketat.

(Tribunnewmaker.com/Kompas/Tribunnews/ Hari Darmawan)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menkes Inggris: Varian Baru Virus Corona Tak Terkendali dan di Tribunnews.com dengan judul Pengendalian Transmisi Lokal Terhadap Covid-19 Lemah, Wisatawan Enggan ke Indonesia

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Muncul Mutasi Baru Virus Corona di Inggris, Disebut Menyebar Jauh Lebih Cepat Serta Tak Terkendali

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved