Kisah Penangkapan Makhluk Misterius Penghisap Darah di Kuningan, Polisi Kerahkan Pasukan Bersenjata

Puluhan ternak kambing kambing milik warga di sejumlah desa Kecamatan Cibingbin, Kuningan, Jawa Barat, mati mengenaskan dibunuh makhluk misterius

Editor: Rahimin
Istimewa
Kambing mati misterius kembali ditemukan di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Pada Sabtu (19/12/2020). Kisah Penangkapan Makhluk Misterius Penghisap Darah di Kuningan, Polisi Kerahkan Pasukan Bersenjata 

Kisah Penangkapan Makhluk Misterius Penghisap Darah di Kuningan, Polisi Kerahkan Pasukan Bersenjata Lengkap

TRIBUNJAMBI.COM - Puluhan ternak kambing kambing milik warga di sejumlah desa Kecamatan Cibingbin, Kuningan, Jawa Barat, mati mengenaskan dibunuh makhluk misterius.

Perburuan makhluk misterius itu sampai menurunkan polisi bersenjata lengkap.

Baru diketahui, makhluk misterius yang menyebabkan puluhan ternak kambing itu mati oleh ajag atau anjing hutan atau aja dalam bahasa setempat.

Baca juga: Kasus Kerumunan Petamburan yang Seret Rizieq Shihab Diambil Alih Bareskrim, Kasus Lainnya?

Baca juga: Senyum BCL Singgung Soal Pernikahan Usai Ditinggal Ashraf Sinclair, Maia Estianty Langsung Kaget!

Baca juga: Cek Nama Pensiunan PNS dan Ahli Waris Penerima Dana Taperum di Tapera.go.id, Cair Januari 2021

Kapolsek Cibingbin Iptu Asep Alamsah memastikan hal itu sesuai dengan kesaksian sejumlah warga.

"Saat malam pemilik kambing ada yang memergoki dan sempat melakukan pemukulan ke anjing liar tersebut," kata Asep saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (19/12/2020).

Menurut data yang terhimpun dalam laporan, kata Asep, warga yang melihat ajag dan sempat memukul bagian muka anjing liar liar tersebut.

"Sewaktu pagi sempat dilakukan pengejaran oleh anggota polisi lengkap membawa senjata," katanya.

Sebab, kata Asep, menurut pengakuan warga yang melapor ke petugas polisi anjing hutan itu sangat beringas.

"Sosok ajag ini sangat galak dan sempat melakukan penyerangan pada warga," ujarnya.

Ilustrasi - Anjing hutan yang berhasil ditangkap warga.
Ilustrasi - Anjing hutan yang berhasil ditangkap warga. (Istimewa)

Terlebih anjing hutan alias ajag yang memilik postur lebih kecil dari anjing kampung.

Namun jumlah mereka banyak dan bergerombol. "Terhitung ada sebanyak 10 ekor," katanya.

Diketahui pada umumnya, kata Asep, ajag merupakan anjing liar yang aktif berkoloni saat mencari mangsa.

"Sebab, ketika kambing warga yang diterkam untuk dihisap darah, sejumlah ajag lain berdatangan dan melakukan hisapan darah," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved