Begini Bahaya Virus Corona Baru di Inggris hingga SBY Peringatkan Jokowi Soal Penyebarannya
Begini Bahaya Virus Corona Baru di Inggris hingga SBY Peringatkan Jokowi Soal Penyebarannya
Dilansir dari AFP, para ilmuwan pertama kali mendeteksi varian baru virus corona ini pada pasien bulan September.
Susan Hopkins dari Public Health England menerangkan kepada Sky News, pihaknya sudah menginfokan ke pemerintah pada Jumat (18/12/2020), ketika pemodelan mengungkap jenis baru virus corona tersebut.
Dia mengonfirmasi angka yang diberikan oleh Johnson, bahwa strain virus baru ini bisa 70 persen lebih mudah menular, tapi ini baru perkiraan awal.
"Saya rasa 70 persen angka yang sesuai saat ini," katanya.
Di Indonesia, Pengendalian Transmisi Lokal Terhadap Covid-19 Disebut Lemah
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono menilai, dampak Covid-19 membuat penurunan kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Menurutnya, penurunan wisatawan mancanegara ini karena ada rasa takut terhadap lemahnya pengendalian transmisi lokal di luar area poses penerbangan.
"Dari pengamatan data lapangan kami, kegiataan kerumunan pada simpul-simpul ekonomi lokal dari bandara tujuan menuju akhir perjalanan atau dari asal menuju perjalanan belum bisa dikendalikan," ucap Agus dalam diskusi onlin Forwabuh, Sabtu (18/12/2020).
Selain itu Agus juga mengungkapkan, dari hasil riset Balitbang Kementerian Perhubungan ada beberapa fakta dan referensi ilmiah terkait keinginan publik untuk melakukan perjalanan dengan pesawat udara.
"Salah satunya adalah, dari hasil survei sebagian besar publik tidak mau membayar kursi yang dikosongkan untuk physical distancing. Tetapi ada juga yang setuju membayar tetapi tidak lebih dari harga normal," kata Agus.
Baca juga: Kasus Kerumunan Petamburan yang Seret Rizieq Shihab Diambil Alih Bareskrim, Kasus Lainnya?
Baca juga: Senyum BCL Singgung Soal Pernikahan Usai Ditinggal Ashraf Sinclair, Maia Estianty Langsung Kaget!
Baca juga: Cek Nama Pensiunan PNS dan Ahli Waris Penerima Dana Taperum di Tapera.go.id, Cair Januari 2021
Kemudian lanjut Agus, dalam survei juga menyebutkan bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan dalam urusan bisnis dan keluarga akan tetap terbang dengan pesawat.
"Selanjutnya, dari hasil survei juga menemukan bahwa saat ini publik yang ingin melakukan perjalanan menggunakan angkutan udara masih menunggu vaksin," ujar Agus.
Ia juga mengatakan, tentunya masyarakat masih terbilang khawatir untuk melakukan perjalanan.
Maka dari itu, penting sekali meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan angkutan udara dengan protokol kesehatan yang ketat.
(Tribunnewmaker.com/Kompas/Tribunnews/ Hari Darmawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/seorang-perawat-menyuntikkan-vaksin-covid-19.jpg)