VIDEO BREAKING NEWS: Presiden Prancis Emmanuel Macron Positif Covid-19
Emmanuel Macron merupakan politikus Prancis yang saat ini menjabat sebagai presiden sejak Mei 2017. Dia lahir di Prancis pada 21 Desember 1977.
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan positif Covid-19. Kabar ini pertama kali diberitakan agensi berita AFP.
Menurut laporan Deutche Welle, Kepresidenan Prancis telah mengumumkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif terkena virus corona.
Emmanuel Macron merupakan politikus Prancis yang saat ini menjabat sebagai presiden sejak Mei 2017.
Dia lahir di Prancis pada 21 Desember 1977.
Saat ini Macron berusia 42 tahun.
Nama Emmanuel Macron belakangan santer diberitakan setelah menanggapi insiden teror di negaranya.
Diberitakan CNN sebelumnya, Emmanuel Macron menyatakan bahwa menggambarkan Nabi Muhammad sebagai kartun bukan hal yang salah.
Macron menyatakan demikian pekan lalu sebagai penghormatan kepada guru sekolah menengah yang dibunuh.
Guru bernama Samuel Paty itu dipenggal kepalanya awal Oktober ini dalam serangan teror di wilayah pinggiran Paris.
Paty dihabisi setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas dan menganggapnya sebagai kebebasan berekspresi.
Presiden Macron mengatakan Prancis tidak akan 'menyerah' dengan kasus kartun Nabi Muhammad dan mengaku akan menindak Islamisme ekstrim di negaranya.
Baca juga: Lagi, Polisi Ciduk Artis FTV Inisial TA di Sebuah Hotel, Dugaan Kasus Prostitusi Artis, Siapa?
Baca juga: Rekapitulasi Dan Pleno Rampung, CE-Ratu dan Romi-Robi Ungguli Lawannya
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Lagi dan Lagi - Andra and The Backbone, Maafkanlah untuk semua
Hal ini memicu demonstrasi dan boikot produk Prancis di sejumlah negara mayoritas Muslim.
"Saya menyerukan kepada orang-orang, jangan mendekati barang-barang Prancis, jangan membelinya," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin (26/10/2020) saat berpidato di Ankara.
"Para pemimpin Eropa harus mengatakan 'berhenti' untuk Macron dan kampanye kebenciannya," tambahnya.
Selain dari negara Arab, pernyataan Macron juga menyulut kemarahan di Indonesia.