Berita Tanjabbar
Kisah Aisyah, Balita Pengidap Kelainan Jantung Bawaan Kompleks di Tungkal, Butuh Bantuan Pengobatan
Aisyah Nazwa Oktari, perempuan kecil yang cantik nan mungil berusia 1 tahun 6 bulan tampak masih bisa tertawa
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
Setelah itu, atas saran dari pihak RSUD Daud Arif, Muhammadiyah kembali membawa anaknya ke RSUD Raden Mattaher untuk dilakukan pemeriksaan Eco Jantung.
Hasilnya Asiyah harus menjalani operasi dan tidak bisa dilakukan di Jambi.
"Jadi disarankan untuk ke Jakarta melakukan operasi. Kemarin ada sempat satu bulan kita ke Jakarta. Lakukan pemeriksaan di RS Jantung harapan kita. Jadi di lakukan pemeriksa MST SCAN, sekitar september lalu," katanya
Sementara itu, disampaikan oleh Muhammadiyah pada awal November pihaknya mendapatkan telpon dari RS untuk melakukan operasi.
Namun, karena kendala biaya, pihaknya belum bisa ke Jakarta.
"Kita belum ada biaya. Karena bulan kemarin saja kita habis hampir Rp20 juta selama satu bulan di Jakarta."
"Itu aja kita pakai uang minjam dan sekarang juga belum dibayarkan. Kemarin itu hanya pemeriksaan, kalo operasi ini pasti lebih mahal lagi," ungkapnya
Soal biaya kata Muhammadiyah juga tidak dijelaskan secara rinci oleh pihak rumah sakit.
Selama pengobatan pihaknya menggunakan BPJS, namun tidak semuanya tercover oleh BPJS.
Karena kata Muhammadiyah ada beberapa obat dan tindakan yang di luar tanggungan BPJS.
Selain soal biaya, Muhammadiyah juga terkendala dari kondisi Aisyah yang tidak mengalami pertumbuhan berat badan.
Selama ini, Aisyah harus rutin mengkonsumsi susu khusus untuk menambah nutrisi untuk tubuhnya.
Namun hingga saat ini berat badan Aisyah tidak bertambah.
"Ini juga susunya khusus tinggi kalori yang sebulannya menghabiskan 8 kaleng yang satu kalengnya Rp 170 ribu."
"Ini juga sudah dua bulan tidak naik-naik tubuhnya, sementara kalo operasi juga berat badan harus ideal," tambahnya.