UMKM Jambi

Dampak Covid, Guru Bahasa Inggris di Pare Banting Setir, UMKM Keripik Pisang Kini Mulai Menembus Mal

Bambang salah satu contoh pengajar di Pare yang terdampak saat Covid-19, ia adalah pemuda Sarolangun yang sudah tiga tahun mengajar

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
yon rinaldi
Beng Banana Chips dibandrol dengan harga yang terjangkau Rp 13.000 dengan enam varian rasa yang nikmat dan tersedia di beberapa mini market di Sarolangun dan store oleh-oleh di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Bambang salah satu contoh pengajar di Pare yang terdampak saat Covid-19, ia adalah pemuda Sarolangun yang sudah tiga tahun mengajar anak-anak di Pare, kampung Inggris yang tersohor di Indonesia.

Setelah ia pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Sarolangun, ia harus memutar otak untuk berkembang dan melawan virus yang sangat berdampak hingga sampai saat ini.

Pada bulan April, ia mencoba membangun usahanya yakni keripik pisang yang jarang ia lihat di kampungnya, lantas setelah berdiskusi dengan sanak keluarga soal racikan pisang dan mencoba secara otodidak terciptalah Produk pisang Beng Banana Chips.

"Awalnya saya selesai kuliah pergi ke kampung inggris, Pare di Kediri untuk belajar bahasa inggris sampe pada akhirnya mengajar b.inggris disana," ungkap Bambang kepada Tribun Jambi, Kamis (17/12/2020).

"Jadi awal bulan 4 sayo balek ke Sarolangun sayo bingung,  kareno dak do pemasukan samo sekali. Semasa isolasi mandiri di rumah, sayo cubo nonton-nonton youtube untuk buka usaha," ungkapnya.

Baca juga: Tiga Lembaga Lingkungan di Jambi Gelar FGD Terkait Perlindungan Masyarakat Adat, SAD, & Talang Mamak

Baca juga: WIKIJAMBI: Daftar Lengkap Puskesmas di Kota Jambi, Dilengkapi Alamat dan Tipe Puskesmas

Baca juga: Tim CE-Ratu: Kita Masih Optimis, Insya Allah Masih Bisa Menang

"Kebetulan sayo suka makan keripik pisang, dan sayo lihat prospek keripik pisang ini lumayan menjanjikan, jadi sayo cari tau gimano caro buatnyo semasa isolasi mandiri,"

Alumni universitas Jambi ini sudah delapan bulan menjalani usaha ini, dibantu satu orang karyawan dan keluarganya, yakni sang ibu dan adiknya.

Brand yang kini sudah sampai ke Palembang, Karawang, Pekanbaru, Bungo, Bangko dan Kota Jambi ini memiliki nama yang berangkat dari gelar pemiliknya "Beng", ia dapati gelar tersebut saat ia mengajar di Pare.

Bambang atau Beng, dengan tenaga kerja yang terbatas ia dapat memproduksi hingga 150 jika dilakukannya sendiri.

"Kalau bedua bisa 300 pcs dalam seharinya kita produksi," kata Beng.

Sewaktu ketika beberapa waktu lalu, Bambang mengungkapkan ia pernah di tawarkan untuk masuk ke store beda, yakni beberapa Mall besar yang ada di kota Jambi.

"Sewaktu itu pernah Ado pertemuan acara, jadi ada orang-orang dari Mall besar yang ada di kota Jambi. Orang itu tertarik, kata orang itu produk saya udah layak untuk masuk store mereka. Namun kita masih menunggu label Halal saja setelah itu baru kita masukan nantinya," kata Bambang.

Beng Banana Chips dibandrol dengan harga yang terjangkau Rp 13.000 dengan enam varian rasa yang nikmat dan tersedia di beberapa mini market di Sarolangun dan store oleh-oleh di Kota Jambi.

Rasa coklat biasa, coklat lumer, susu, susu lumer, green tea, dan green tea lumer.

Ungkap Bambang, dalam kurun waktu sebulan ia bisa menjual BBC sebanyak 1000 pcs, tentu dengan nilai-nilai penjualan seperti itu tak lepas dari ke inginanya bangkit saat Covid-19.

Ke depannya ia akan lebih konsen dalam menjual produknya, yakni dalam konsep iklan melalui sosial media dan kanal lainnya.

Selain menjadi memiliki UMKM, Bambang kembali mencari ruang-ruang kosong di Kabupaten Sarolangun, tentu saja yang bersangkutan dengan ilmu-ilmu yang ia dapat di Pare, sewaktu belajar dan mengajar disana. Dua Minggu lalu ia baru saja membuka tempat kursus bahasa Inggris sesambil menjalankan UMKM yang ia miliki.

(Tribun Jambi/Rifani Halim).

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved