PT RLU Lakukan Penyelamatan Habitat Gajah Melalui Perluasan Area Konservasi

Upaya penyelamatan habitat gajah masih menjadi perhatian. Konflik gajah dan masyarakat masih perlu diantisipasi pihak terkait.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
ist
Ilustrasi. Gajah di taman rimba sedang layani pengunjung 

Dalam sambutannya, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem mengapresiasi pembangunan PTPS tersebut.

"Kami mengapresiasi Balai KSDA Jambi yang telah memhangun PTPS dalam upaya penyelamatan satwa. Hal ini merupakan langkah yang sangat baik untuk melindungi satwa dari ancaman kepunahan, terutama satwa yang dilindungi undang-undang," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmad Saleh menjelaskan, tempat penyelamatan satwa itu dibangun sejak 2019 pada areal seluas 3.000 meter persegi.

Untuk menunjang kinerja, pihaknya melengkapi sarana dan prasana, mulai dari kantor administrasi, klinik hewan, ruang radiologi, ruang operasi, rumah jaga petugas medis, serta 18 kandang satwa.

Terhitung Maret 2020 sampai sekarang, terdapat 39 ekor satwa yang direhabilitasi di TPS Mendalo.

Baca juga: Anggaran Ep 17 Triliun, Ternyata Ada Warga Bakal Bayar Vaksin Covid-19, Begini Kata Pemerintah

"Dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun tersebut TPS Mendalo Balai KSDA Jambi telah melepasliarkan 19 ekor satwa ke habitatnya di alam," kata Rahmad.

Hingga ini, tersisa 20 ekor satwa yang masih direhabilitasi. Satwa tersebut terdiri dari 5 ekor beruang, 2 ekor owa
ungko, 1 ekor rusa timor, 1 ekor tapir, 4 ekor kukang, 1 ekor julang emas, 1 ekor elang bondol, 1 ekor elang ular bido, 1 ekor kakaktua jambul kuning, 1 ekor buaya sinyulong, serta 2 ekor buaya muara.

Untuk merawat hewan tersebut, pihaknya memercayakan pada dokter hewan yang kompeten di bidangnya.

"Satwa liar tersebut diperoleh dari hasil sitaan maupun hasil penyerahan sukarela oleh masyarakat untuk dilakukan proses rehabilitasi di TPS Mendalo," ujarnya.

Sebagai TPS yang baru dibangun, kata dia, TPS Mendalo masih memerlukan dukungan dari para pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai lapisan masyarakat yang bersinergi sehingga TPS Mendalo dapat menjadi salah satu tempat penyelamatan yang dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya pelestarian serta penyelamatan satwa.

Ke depannya, lanjut Rahmad, pihaknya akan mengajak semua pihak untuk menyadari pentingnya mencintai dan ikut melestarikan satwa liar.

(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved