Breaking News:

Jadi Korban Pemerasan Wakapolsek Rp 200 Juta, Warga Ini Langsung Lapor Kapolri Oknum 3 Polisi

Muhammad Jefri Suprayudi mengaku sebagai korban pemerasan oleh tiga oknum Polisi Polsek Helvetia, Medan.

KOMPAS/DIDIE SW
Ilustrasi anggota polisi 

TRIBUNJAMBI.COM - Intitusi Polri kembali tercoreng dengan adanya kabar pemerasan yang dilakukan oknum Polisi nakal.

Kasus dugaan pemerasan oleh oknum Polisi tersebut terjadi di Helvetia Medan, Sumatera Utara.

Muhammad Jefri Suprayudi mengaku sebagai korban pemerasan oleh tiga oknum Polisi Polsek Helvetia, Medan.

Muhammad Jefri Suprayudi diduga diperas Rp 200 juta oleh Wakapolsek Helvetia AKP Dedi Kurniawan.

Kuasa Hukum dari Muhammad Jefri Suprayudi, Roni Prima Panggabean, menyebut telah membuat laporan ke Mabes Polri dan diteruskan ke Polda Sumut.
Dengan surat pengaduan Nomor :SPSP2/3419/XI/2020/BAGYANDUAN tanggal 27 November 2020.

Baca juga: Polisi Bujuk Pelaku Lakukan Tes Kejiwaan, Tersangka Penganiaya Orangtua Masih Mendekam di Polres

Baca juga: Ungah Foto Testpack Ditutup Tangan, Nagita Slavina Hamil? Raffi Ahamd: Kami akan Reveal Tanggal 12

Pengaduan atas penyalahgunaan wewenang pungli serta ketidakprofesionalan yang dilakukan oleh AKP Dedi Kurniawan selaku Wakapolsek Polsek Helvetia, serta IPDA Rudianto Manurung dan Bripka KH Sembiring selaku penyidik Satreskrim.

Kepada wartawan Roni Prima Panggabean menyebut Propam Polda Sumut loyo menangani kasus ini.

"Bagaimana hukum di Polda Sumut ini, sampai dengan saat ini belum ada tindak-lanjut yang dilakukan," kata Roni Prima Panggabean saat ditemui di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa (15/12/2020).

Ia kemudian meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin bertanggung jawab.

Menurutnya, kejadian ini sudah sangat merusak citra Polri.

Halaman
1234
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved