Berita Nasional
REAKSI Habib Rizieq saat Ketahui Hasil Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI, Beri Pesan ke Munarman
Hasil rekonstruksi bentrok polisi dengan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 mendapat tanggapan dari Sekretaris Umum FPI Munarman.
TRIBUNJAMBI.COM - Reka ulang atau rekonstruksi penembakan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 sudah dilaksanakan pihak Polda Metro Jaya.
Hasil rekonstruksi bentrok polisi dengan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 mendapat tanggapan dari Sekretaris Umum FPI Munarman.
Bahkan Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq yang sedang di penjara ikut bereaksi terkait hasil rekonstruksi tersebut.
Munarman sendiri memberikan tanggapannya terhadap temuan-temuan dari rekonstruksi kejadian bentrok antara anggota Polri dan 10 Laskar FPI itu.
Baca juga: TERNYATA Komnas HAM Akan Periksa Kapolda Metro Jaya Terkait FPI Ditembak, Namun Terkendala Ini
Baca juga: FPI Ditembak, Komnas HAM Periksa Kapolda Metro Jaya, Ternyata Belum Bisa Lakukan Penyidikan
Baca juga: Kata Rocky Gerung Soal Bahasa Tubuh Jokowi yang Tanggapi Kematian Anggota FPI dan Korban Teror

Diketahui dari rekonstruksi yang digelar polisi Senin (14/12/2020) dini hari, sejumlah fakta baru terungkap.
Pertama, adegan tembak-menembak antara polisi dan Laskar FPI ternyata tidak ditemukan saat rekonstruksi kejadian.
"Di awal ada (adegan) tembak-menembak, kemudian serangan. Kemudian berubah setelah diinvestigasi oleh teman-teman wartawan di sana, tidak ada tembak-menembak di lokasi," ujar Munarman di Polda Metro Jaya.
Baca juga: TERUNGKAP Kronologi Tembak Mati Anggota FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 51+200
Baca juga: Kronologi Penembakan Mati Enam Laskar FPI, 53 Adegan Rekonstruksi Lengkap Versi Polisi
Baca juga: 53 Reka Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI, Nonton Video Reka Ulangnya
Fakta selanjutnya yakni empat dari enam anggota Laskar FPI yang bentrok dengan polisi ternyata sempat diamankan dalam kondisi hidup.
Keempatnya dimaksudkan akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.
Mereka diangkut menggunakan mobil petugas dan dikatakan bahwa keempatnya tidak diborgol.
Namun, karena berupaya merampas senjata petugas, empat anggota Laskar FPI yang masih hidup itu ditembak.
"Kemudian serangan di atas mobil, kalau serangan di atas mobil kita pertanyakan. Kalau empat orang itu masih hidup artinya kan ditusuk sudah diakui empat orang itu masih hidup. Itu poinnya," kata dia.
"Empat itu masih hidup pada saat itu tidak terjadi tembak-menembak kemudian dibawa pake mobil dan di dalam mobil difitnah melakukan mencoba merampas (senjata) petugas," sambung dia.

Munarman mempertanyakan, sangat aneh bila empat anggota Laskar FPI yang masih hidup hanya dikawal oleh dua orang petugas polisi.
"Pertanyaan juga, berapa orang di mobil, masa empat-empatnya cuma dikawal sama dua orang saja? Ini makin aneh dan kemudian dihabisi empat-empatnya di dalam mobil," pungkas dia.