VIDEO Kisah Relawan Pilkada di Sarolangun, Antar Logistik Jalan Kaki, Habiskan 12 Jam Pulang Pergi

Jangankan bertemu jalan, team harus menyusuri sungai dan hutan yang masih asri dengan dengungan suara burung -burung dan Jangkri

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Walaupun Pilgub Jambi telah usai, namun ada sosok-sosok yang berjasa dan rela menghantar logistik ke desa paling terisolir di Kabupaten Sarolangun.

Tim penyelenggara Pemilu, KPU, Bawaslu, Polri serta warga sekitar, berjibaku dengan medan yang tak main-main menuju Dusun Mangis, Desa Napal Melintang, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Jangankan bertemu jalan, team harus menyusuri sungai dan hutan yang masih asri dengan dengungan suara burung -burung dan Jangkrik.

Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Harus Bahagia - Yura Yunita: Yang Paling Penting Kita Harus Bahagia

Fakhri ketua KPU Sarolangun mengatakan, penyelenggara yang mengantarkan logistik itu terdiri dari PPK, PPS, serta dari pihak pengawasan pemilu.

"Menuju dusun Semangis desa Napal Melintang Limun itu PP-nya 12 jam perjalanan," kata Fakhri beberapa waktu lalu.

Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Habibi selaku ketua PPK kecamatan Limun mengungkapkan, jalan menuju dusun manggis memiliki rintangan yang curam dan terjal tak sedikit pula anak sungai harus di arungi oleh para pahlawan demokrasi tersebut.

Baca juga: LINK NONTON Ikatan Cinta RCTI Eps 13 Des 2020, Adegan Al & Andin di Atas Ranjang Buat Fans Baper

Ia juga menyatakan, sebenarnya ada dua jalan alternatif menuju dusun manggis, yakni mengunakan perahu ketek, namun jikalau di timbang perjalanannya memakan waktu yang hampir sama.

"Ada dua alternatif jalan kesana, lewat Batang Asai( kecamatan Batang Asai kabupaten Sarolangun), naik perahu ketek menuju Beraw, Batang Asai. namun sama saja, kalau lagi surut bisa sampai 10 jam di perahu, kalau air sedang dalam bisa di lalui 7-8 jam,", ungkap Habibi pemuda 28 tahun kelahiran Limun, kepada Tribun Jambi melalui sambungan telepon, Minggu (13/11/2020).

Lanjut Habibi ketua PPK kecamatan Limun, masyarakat disana biasanya melakukan cocok tanam dan berladang, masyarakat menyebut dusun tersebut "Manggih".

Baca juga: Update Terbaru Game Genshin Impact 1.2, Ada Map Baruhingga Tema The Chalk Prince and The Dragon

"Yang berangkat kemarin, itu dari KPPS, PPS, panwas, pemikul logistik atau yang menggendong logistik itu ada, dan satu pihak kepolisian," lanjut Habibi.

"Makin dalam makin menantang perjalanan menuju dusun Mangis," katanya.

Di dusun tersebut, hanya memiliki satu tps yakni TPS 03 desa Napal Melintang.

Anggota pengawas pemilu kecamatan atau PPK Muhammad pajri 31 thun menyampaikan bahwa ia juga ikut dalam rombongan tersebut dan merasakan sensasi perjalanan di hutan yang masih asri tersebut.

"Saya ikut perjalanan kesana, saya sama staf panwascam satu dan pengawas TPS itu total ada tiga dari pihak pengawas. Di tengah perjalanan menuju lokasi Sayo udah dak telap lagi dengan kondisi jalan yang terjal dan sungai, cuma sampai puncak tertinggi di sana, saya mundur bersama staf panwascam, di lanjutkan dengan pengawas TPS yang memang asli warga sana, untuk mengawal logistik," kata Muhammad pajri (31), saat di konfirmasi melalui telepon oleh Tribun Jambi, Minggu (13/12/2020).

Lanjutnya, ia bersama rekan yang lain telah mempersiapkan suplay makan, minuman, namun minuman yang dibawah sebanyak dua botol pun habis, akbiat letihnya perjalanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved