Mata Najwa

SESAAT LAGI! Link Streaming Mata Najwa, Bahas 'Juara Pilkada di Era Corona', Siapa Narasumbernya?

Berikut Tema Mata Najwa yang akan diulas malam ini. Mengangkat soal Pilkada di masa saat pandemi virus Corona.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
twitter.com
Najwa Shihab - Talkshow Mata Najwa terbaru 

Di luar perbedaan dalam definisi dan basis responden, teknik penarikan sampel (sampling) kedua cara itu ya ibarat satu guru, satu ilmu.

Misal, ujar Dian, untuk konteks Pemilu 2019, ada sekitar 810.000 TPS dan 80 daerah pemilihan (dapil).

Maka, sampel yang ditarik harus dihitung sehingga diyakini mewakili jumlah dan sebaran jumlah TPS dan dapil tersebut.

Urutan operasionalisasinya, sebut Dian, dimulai dari sampling, baru mengumpulkan data berdasarkan basis responden sesuai cara hitung cepat yang dipakai.

“(Sampling), katakanlah kedua cara menggunakan sampel 6.000 TPS, harus diyakini dan dipastikan oleh peneliti jumlah TPS itu adalah representasi dari 80 dapil,” tegas Dian.

Barulah setelah itu muncul sejumlah perbedaan dalam praktik di lapangan.

Baca juga: 21 Orang Warga Suku Anak Dalam di Kabupaten Tebo Ikut Nyoblos

Baca juga: Pilkada Tanjabtim, Hasil Hitung Cepat Tim Pemenangan, Romi-Roby Unggul dengan 51.219 Suara

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Hitam Putih - Ada Band, Kuterlahir untukmu

Quick count mendata angka yang didapat dari C1 dari TPS yang menjadi sampel, sementara exit poll mendata pendapat dari satu responden lelaki dan satu responden perempuan dari TPS sampel.

Level keyakinan dan margin of error Faktor berikutnya yang mempengaruhi hasil hitung cepat memakai quick count dan exit poll adalah tingkat kepercayaan (level of confidence) dan rentang angka penyimpangan (margin of error).

“Angka-angka itu tergantung masing-masing lembaga penyelanggara hitung cepat,” kata Dian.

Tingkat kepercayaan yang lazim untuk quick count dan exit poll, sebut Dian, adalah 95 persen dan 99 persen.

Ini pula pembeda hitung cepat dengan beragam survei lain yang pilihan level of confidencenya bisa 90 persen, 95 persen, atau 99 persen.

Dalam konteks Pemilu 2019, Dian menghitung bila sampel yang dipakai 6.000 TPS dan level of confidence 95 persen maka margin of error-nya di kisaran 1,27 persen.

“Itu ada hitungan matematikanya,” ujar Dian. Nilai margin of error ini adalah rentang kesalahan yang mungkin terjadi.

Artinya, kata Dian, nilai yang didapat bisa bertambah sampai dengan angka margin itu, atau malah sebaliknya berkurang hingga sebanyak margin of error itu.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Link Hitung Cepat dan Live Report Pilkada 2020 di Kompas TV dan Tribunpontianak.com dengan judul LOGIN pilkada2020.kpu.go.id Quick Count Pilkada di Sumatera - Kalimantan hingga Sulawesi

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Mata Najwa Hari Ini, Jawara Pilkada 2020 jadi Narasumber 'Juara Pilkada di Era Corona',

https://kaltim.tribunnews.com/2020/12/09/mata-najwa-hari-ini-jawara-pilkada-2020-jadi-narasumber-juara-pilkada-di-era-corona?page=all

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved