Berita Selebritis
Harapan Nikita Mirzani Tak Ada Lagi Orang Seperti Maaher At-Thuwailibi di Indonesia: Ditangkepin Aja
Diberitakan sebelumnya bahwa Maaher alias Sony dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian kepada tokoh NU Habib Luthfi Yahya.
TRIBUNJAMBI.COM - Perseteruan antara Nikita Mirzani dengan Maaher At-Thuwalibi kini masih menjadi sorotan.
Kini sosok Maaher At-Thuwalibi telah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian, Nikita Mirzani mengaku sangat bahagia.
Bahkan Nikita Mirzani berharap keepan tidak ada lagi orang seperti Maaher At-Thuwalibi di Indonesia.
Mengingat perselisihannya, Nikita Mirzani menilai bahwa orang yang paham pandagan sepertinya adalah suatu hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalau ada yang nyeleneh kayak gue ya wajar ajar. Yang penting gue tidak memecah belah bangsa Indonesia. Malah gue mempersatukan bangsa," kata Nikita saat dijumpai di kediamannya, kawasan Pesanggrahan, belum lama ini.
"Malah kayak gini-gini, yang serem makanya ya mudah mudahan 2021 nggak ada yang kayak gini, penginnya gue Indonesia nyaman aman tenteram," sambungnya berharap.
Baca juga: Innalillahi, Ibu Babe Cabita Meninggal Dunia, Sang Komedian Ungkap Permintaan Terakhir: Ga Nyangka
Baca juga: Niat Dimas Peluk Tubuh Nagita Slavina, Istri Raffi Ahmad Buru-buru Peringatkan Ini: Ga Usah Peluk Gw
Baca juga: Rencana Putri Delina Soal Masa Depan Anak Teddy, Putri Sule Sebut Akan Diurus oleh Rizky Febian?
Baca juga: Heboh Kabar Nikah Siri dengan Richard Kyle, Jessica Iskandar Sebut Hidupnya yang Jauh Lebih Bahagia
Si wanita amazon sendiri menyarankan agar aparat menindak tegas jika ada beberapa oknum yang berupaya memecah belah bangsa.
"Satu persatu orang orang yang bisa mecah belah bangsa ya ditangkepin aja lah," ujarnya.
Sempat terancam karena perselisihannya, mantan pemain film 'Comic 8' ini lantas berterima kasih atas dukungan masyarakat.
Tak hanya untuknya, namun ia juga sangat senang karena banyak netizen yang buka suara.
"Ya gue mengucapkan terima kasih banyak untuk kalian luar biasa suportnya untuk Niki dan keluarga, terima kasih ternyata gue tidak sendirian," tuturnya.
"Banyak masyarakat Indonesia yang ternyata (dukung) akhirnya gue berani bersuara. Akhirnya mereka berani menyuarakan suaranya di tempat yang sebenar-benarnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Maaher alias Sony dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian kepada tokoh NU Habib Luthfi Yahya.
Maaher lantas ditangkap karena diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA.
Adapun dasar penangkapan merupakan laporan nomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.
Maaher diduga melanggar Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Nikita dan Maaher sebelumnya memang sempat berseteru karena pernyataan 'Habib Tukang Obat' tak lama setelah Rizieq Shihab pulang dari Saudi Arabia.