Timor Leste Diserbu China, Ribuan Tenaga Kerja Tiongkok Usaha Kuasai Pasar, Begini Nasib Warga Lokal
Baru-baru ini publik tiba-tiba heboh oleh strategi jebakan utang yang dilancarkan China pada negara-negara miskin dan berkembang.
Timor Leste Diserbu China, Ribuan Tenaga Kerja Tiongkok Usaha Kuasai Pasar, Warga Lokal Emosi
TRIBUNJAMBI.COM - Baru-baru ini publik tiba-tiba heboh oleh strategi jebakan utang yang dilancarkan China pada negara-negara miskin dan berkembang.
China dikabarkan memberikan pinjaman dengan angka sangat fantastis kepada negara-negara yang membutuhkan.
Selanjutnya, cara membayarnya adalah dengan apa pun yang dimiliki negara tersebut.
Isu ini kini ramai karena Indonesia tengah dikabarkan berhutang kepada China.
Sebenarnya jebakan utang China ini bukanlah hal yang baru.
Sebagai negara yang sangat ingin diakui sebagai negara maju, China sudah berulang kali lakukan berbagai cara untuk lebarkan sayapnya untuk memberi pengaruh di dunia.
Baca juga: Malaysia Bongkar Sumber Kekayaan Timor Leste, Bukan Hanya Minyak, Sejarah Oecussi Akhirnya Terkuak
Baca juga: VIRAL Habib Rizieq Akan Disembelih Oknum Polisi, Kapolres Pekalongan Datangi Markas FPI Minta Maaf
Baca juga: KPK OTT Dua Lokasi, 16 Orang Ditangkap Termasuk Bupati, Pejabat Pemkab dan Kontraktor, Siapa Mereka?
Baca juga: Keluarga Prabowo Ketakutan Ikut Terseret Kasus Benih Lobster, Sampai Minta Bantuan Hotman Paris
Negara Asia-Pasifik tidak luput dari perhatian mereka.
Serta, negara-negara Asia Tengah maupun Asia Selatan, yang ekonominya masih terbilang belum maju.
Tindakan China ini merupakan bagian dari rencana besarnya untuk membangun jalur sutra baru.
Disebut dengan program Belt and Road Initiative, program ini merupakan upaya China membangun jalur perdagangan baru lewati seluruh Asia untuk mencapai Eropa.
Gunanya adalah agar produk mereka bisa bersaing di pasar internasional.
Cara untuk 'membeli' negara-negara yang akan dijadikan bagian dari jalur sutra tersebut adalah dengan memberi mereka utang untuk membangun negara mereka.

Belt and Road Initiative atau One Belt One Road yang dibangun China lewat jalur sutra darat dan laut
Semenjak Presiden China Xi Jinping menjabat pada tahun 2010 lalu, program Belt and Road Initiative sudah diajukan pada tahun 2013.