Timor Leste Diserbu China, Ribuan Tenaga Kerja Tiongkok Usaha Kuasai Pasar, Begini Nasib Warga Lokal

Baru-baru ini publik tiba-tiba heboh oleh strategi jebakan utang yang dilancarkan China pada negara-negara miskin dan berkembang.

Editor: Teguh Suprayitno
vrijoosttimor.com
Tentara Australia ketika berada di Timor Leste saat kerusuhan tahun 2006 terjadi 

Timor Leste Diserbu China, Ribuan Tenaga Kerja Tiongkok Usaha Kuasai Pasar, Warga Lokal Emosi

TRIBUNJAMBI.COM - Baru-baru ini publik tiba-tiba heboh oleh strategi jebakan utang yang dilancarkan China pada negara-negara miskin dan berkembang.

China dikabarkan memberikan pinjaman dengan angka sangat fantastis kepada negara-negara yang membutuhkan.

Selanjutnya, cara membayarnya adalah dengan apa pun yang dimiliki negara tersebut.

Isu ini kini ramai karena Indonesia tengah dikabarkan berhutang kepada China.

Sebenarnya jebakan utang China ini bukanlah hal yang baru.

Sebagai negara yang sangat ingin diakui sebagai negara maju, China sudah berulang kali lakukan berbagai cara untuk lebarkan sayapnya untuk memberi pengaruh di dunia.

Baca juga: Malaysia Bongkar Sumber Kekayaan Timor Leste, Bukan Hanya Minyak, Sejarah Oecussi Akhirnya Terkuak

Baca juga: VIRAL Habib Rizieq Akan Disembelih Oknum Polisi, Kapolres Pekalongan Datangi Markas FPI Minta Maaf

Baca juga: KPK OTT Dua Lokasi, 16 Orang Ditangkap Termasuk Bupati, Pejabat Pemkab dan Kontraktor, Siapa Mereka?

Baca juga: Keluarga Prabowo Ketakutan Ikut Terseret Kasus Benih Lobster, Sampai Minta Bantuan Hotman Paris

Negara Asia-Pasifik tidak luput dari perhatian mereka.

Serta, negara-negara Asia Tengah maupun Asia Selatan, yang ekonominya masih terbilang belum maju.

Tindakan China ini merupakan bagian dari rencana besarnya untuk membangun jalur sutra baru.

Disebut dengan program Belt and Road Initiative, program ini merupakan upaya China membangun jalur perdagangan baru lewati seluruh Asia untuk mencapai Eropa.

Gunanya adalah agar produk mereka bisa bersaing di pasar internasional.

Cara untuk 'membeli' negara-negara yang akan dijadikan bagian dari jalur sutra tersebut adalah dengan memberi mereka utang untuk membangun negara mereka.

Belt and Road
Belt and Road (Istimewa via Pos-Kupang.com)

Belt and Road Initiative atau One Belt One Road yang dibangun China lewat jalur sutra darat dan laut

Semenjak Presiden China Xi Jinping menjabat pada tahun 2010 lalu, program Belt and Road Initiative sudah diajukan pada tahun 2013.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved