Campus Blitz

Satu BUMDes di Jambi Alami Kesulitan, Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unja Turun Tangan

BUMDes di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi, Provinsi Jambi mengalami kesulitan pengelolaan keuangan.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rara khushshoh
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi lakukan pengabdian masyarakat, untuk membantu bergeraknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Awal Desember 2020 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - BUMDes di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi, Provinsi Jambi mengalami kesulitan pengelolaan keuangan.

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi lakukan pengabdian masyarakat, untuk membantu bergeraknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Mereka membantu pengelolaan sistem keuangan(BUMDes) yang awalnya kesulitan selama tiga bulan terakhir.

"Karena permasalahan keuangan pada BUMDes menjadi persoalan utama yang menyebabkan BUMDes tidak bergerak, jadi pemerintah desa menyambut baik kegiatan ini.," ujar Ilham Wahyudi, Kamis (03/12/2020) ketua tim pengabdian.

Setelah melakukan survei awal permasalahan yang dihadapi bumdes, tim pengabdian Prodi Akuntansi menyusun SOP keuangan BUMDes dan materi pelatihan.

Baca juga: Pemprov Jambi Usulkan Penerimaan CPNS Tahun 2021, Kuota 300 Lowongan

Baca juga: Petani Kopi Diharapkan Pahami Produksi dan Kualitas Kopi Sesuai Kebutuhan pasar

Baca juga: Kita Semua Sama Tranding di YouTube, Lagu Betrand Peto Disenangi Penggemar, Ruben Onsu: Bersyukur!

Tim memandu instalisasi software Siabumdes ke perangkat hardware yang tersedia di BUMDes.

Selanjutnya memonitor implementasi aplikasi tersebut berdasarkan transaksi yang terjadi, bagaimana merekam dan hingga menganalisis laporan keuangan.

Sebelum adanya kegiatan pengabdian ini, pengelola bumdes tidak paham bagaimana proses pencatatan akuntansi hingga menghasilkan laporan keuangan yang berguna untuk pengambilan keputusan.

Laporan yang dilakukan hanya untuk kepentingan spj penggunaan dana desa.

Setelah diberi edukasi, BUMDes saat ini sudah menerapkan sistem akuntansi tersebut. Saat ini BUMDes masih terus mengharapkan pendampingan keuangan.

Selain itu juga bagaimana pemasaran dan softskill lainnya.

Lebih lanjut, saat ini untuk perangkat keras, BUMDes bisa mengalokasikan dana desa yang menjadi modal awal bumdes untuk pengembangan perangkat sistem.

Software aplikasi sudah ada bantuan dari BPKP dan untuk pengembangan sistem, BUMDes masih butuh pendampingan lebih lanjut dari Pemda setempat dan perguruan tinggi.

Selain Ilham Wahyudi, tim tersebut beranggotakan Rico Wijaya, Wiwik Tiswiyanti, Reni Yustien, Andi Mirdah, dan dua orang mahasiswa Strata satu jurusan Akuntansi.
    
Kini, tim pengabdian masih terus melakukan pendampingan BUMDes dalam pengembangan sistem tersebut, karena ada beberapa tujuan berkelanjutan yang terus diharapkan.

Pertama, dilihat dari pengelola BUMDes yang telah mampu mengoperasikan system informasi akuntansi hingga dapat menghasilkan informasi yang berkualitas dalam pengambilan keputusan bisnis BUMDes. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved