Breaking News:

Berita Kerinci

Petani Kopi Diharapkan Pahami Produksi dan Kualitas Kopi Sesuai Kebutuhan pasar

Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Sumatra, beberapa hari lalu menggelar Temu Usaha Perhutanan Sosial

tribunjambi/herupitra
Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Sumatra, beberapa hari lalu menggelar Temu Usaha Perhutanan Sosial di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, awal Desember 2020 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Sumatra, beberapa hari lalu menggelar Temu Usaha Perhutanan Sosial di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Dikesempatan itu Kepala BPSKL Wilayah Sumatra yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha BPSKL wilayah Sumatra, Mhd Rizal Pahlevi mengatakan, bahwa proses untuk mendukung pemasaran kopi hasil produk dari Kelompok Tani perhutanan sosial, dapat dijalankan melalui berbagai hal.

Melalui kegiatan, salah satunya adalah melalui Temu Usaha dan Pemasaran Produk Perhutanan Sosial.

"Maka proses untuk pemasaran kopi yang menjadi produk unggulan non kayu tersebut, dijalankan agar mendapatkan pemasaran pada tingkat daerah dan nasional menjadi lebih massif dan kontinyu," ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Temu Usaha Perhutanan Sosial, harus dipandang sebagai bagian dari upaya 
membangun sistem bisnis/unit usaha dengan mengintegrasikan secara vertikal kegiatan hulu sampai pemasaran.

Baca juga: Kita Semua Sama Tranding di YouTube, Lagu Betrand Peto Disenangi Penggemar, Ruben Onsu: Bersyukur!

Baca juga: Tiga Paslon Tanjabbar Memiliki Hak Memilih, Perlengkapan Prokes Tinggal Distribusikan

Baca juga: Setelah Viral Mengalir Bantuan ke Pedagang Bakso Keliling yang Ditendang Pria Bermobil di Kota Jambi

Sehingga, petani mendapat nilai tambah dan mampu mendongkrak peningkatan pendapatannya serta kesejahteraan keluarga.

Atas kebutuhan hal tersebut lanjutnya, BPSKL Wilayah Sumatera sebagai salah satu pelaksana kegiatan Forest Programme II akan melakukan kegiatan Temu Usaha Perhutanan Sosial yang lebih difokuskan kepada produk kopi yang dikelola oleh Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) yang tersebar dalam areal izin Perhutanan Sosial dalam wilayah kerja Forest Programme II.

Ditegaskan Mhd Reza Pahlevi, bahwa adapun maksud dan tujuan temu usaha perhutanan sosial ini yakni, berbagi informasi dengan pelaku pasar kopi terkait kegiatan Kelompok Perhutanan Sosial, yang sudah mengembangkan produk kopi dalam usaha perhutanan sosial.

Dan juga memberikan pengetahuan kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang memproduksi kopi terkait kualitas kopi dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan pasar.

Memperkenalkan para pelaku pasar kepada KUPS yang mengembangkan potensi kopi di areal kerja perhutanan sosialnya. 

"Serta memberikan pembelajaran kepada KUPS yang memproduksi kopi terkait teknik dan strategi transkaksi produk kopi dengan pembeli yang memiliki standar kualitas tersendiri," tegasnya.

Sehingga nantinya, BPSKL Wilayah Sumatra berharap, Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang dilibatkan, memahami kualitas kopi sesuai kebutuhan pasar.

"Terbangunnya kerjasama saling menguntungkan antara KPS/KUPS dengan pelaku pasar," pungkasnya.

(tribunjambi/herupitra)

Baca juga: Realisasi Parkir di Bungo Baru Separo dari Rp 600 Juta, Roda Dua Rp 2 Ribu

Baca juga: WIKIJAMBI 10 Tempat di Jambi yang Simpan Nilai Sejarah, dari Museum, Rumah Adat, hingga Monumen

Baca juga: Ternyata Raffi Ahmad Tengah Mempersiapkan Ini Saat Dimas Pergi, Raffi : Sebulan Kos Dulu Dekat Sini

Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved