Breaking News:

Emas Kemungkinan Bergerak Terbatas, Saham Potensi Capital Gain Terbanyak Tahun Depan

Minat investor terhadap aset berisiko mulai kembali tumbuh, prospek saham diyakini bakal menjuarai kinerja investasi terbaik di tahun depan

KONTAN/ARY SUGIANTO
06022017_IHSG 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagaimana prospek saham di tahun depan ? Bagaimana dengan investasi emas ?

Berikut penjelasan ahli prediksi saham tahun depan.

Minat investor terhadap aset berisiko mulai kembali tumbuh, prospek saham diyakini bakal menjuarai kinerja investasi terbaik di tahun depan.

Sedangkan jawara tahun ini, yaitu emas kemungkinan akan bergerak terbatas di tahun depan. 

Berdasarkan rangkuman Kontan, instrumen investasi yang berhasil memberikan return atau imbal hasil terbanyak tahun ini adalah emas spot dengan kenaikan mencapai 17,11% secara year to date (ytd) per Oktober. 

Baca juga: Prediksi Harga Emas Tahun 2021 Kenaikan Harga Bakal Terbatas?

Baca juga: Harga Emas Anjlok, Simak Cara Investasi Emas yang Praktis dan Menguntungkan

Baca juga: Covid-19 Masih Jadi Sentimen Pemberat, Analis Optimis IHSG Terus Menguat

Disusul Obligasi pemerintah (Indobex Goverment Bond) yang memberikan return 12,81% dan obligasi korporasi (Indobex Corporate Bond) yang memberikan return 10,34%.
Sebaliknya, IHSG jadi instrumen terburuk yang mencatatkan penurunan hingga 10,91% di periode yang sama.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich menjelaskan, kemilau emas yang silau tahun ini dikarenakan tingginya risk aversion investor dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.

Alhasil, banyak investor yang mengalihkan portofolionya dari aset berisiko seperti saham ke emas di awal pandemi, kemudian ke obligasi di tahap selanjutnya. 

"Tapi tren tersebut sudah berbalik sejak awal Agustus 2020, dimana apetite investor global terhadap aset berisiko bertambah," ungkap Farash kepada Kontan, Rabu (2/12). 

Dia menekankan, sejak awal Agustus hingga saat ini harga emas pun sudah turun lebih dari 10% dari capaian tertingginya.

Sedangkan proxy global aset berisiko, indeks S&P menunjukkan adanya kenaikan sekitar 9%. 

Halaman
12
Editor: Fitri Amalia
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved